Kompas.com - 29/07/2014, 17:18 WIB
Pemudik masih memadati beberapa jalur Selatan Tasikmalaya di hari kedua Lebaran, Selasa (29/7/2014). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPemudik masih memadati beberapa jalur Selatan Tasikmalaya di hari kedua Lebaran, Selasa (29/7/2014).
|
EditorKistyarini
TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Hari kedua Lebaran jalur Selatan via Tasikmalaya masih dipadati para pemudik tujuan beberapa kota Jawa Tengah sejak malam tadi sampai Selasa (29/7/2014) sore ini.

Kepadatan kendaraan bernomor polisi luar daerah dari arah Barat ke Timur, masih terlihat di jalur utama Bandung-Limbangan-Tasik, maupun jalur alternatif Garut-Singaparna-Tasik.

Salah seorang pemudik asal Jakarta, Hartono (32), mengaku memilih mudik setelah hari Lebaran untuk menghindari kemacetan di jalan. Ia bersama keluarganya yang mudik memakai mobil hendak pergi ke kampung halamannya di Yogyakarta.

“Tadinya sengaja mudik setelah Lebaran supaya tidak macet, soalnya lihat di berita-berita jalur Pantura dan Selatan pada macet karena ada jembatan rusak. Eh, ternyata orang-orang juga pada mudik sekarang, akhirnya begini masih macet,” jelas Hartono saat beristirahat di sebuah kedai makanan di wilayah Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa sore.

Menurut Hartono, kepadatan kendaraan di beberapa kota seperti perbatasan Bandung-Garut, dan Garut-Tasik, akibat banyaknya aktivitas warga saat Lebaran. Apalagi saat memasuki wilayah pusat kota di Garut dan Singaparna, kendaraannya terjebak kemacetan akibat tumpleknya kendaraan lokal di beberapa lokasi pusat perbelanjaan.

“Kalau tadi sempat macetnya di Garut, Singaparna dan di sini (Jalur Singaparna-Mangkubumi-Tasik, red). Kalau setelah Jakarta, paling memasuki wilayah Bandung tadi ada juga macet sama,” kata Hartono.

Sementara, di jalur Tasikmalaya utara kepadatan kendaraan masih terjadi di wilayah Rajapolah. Apalagi sepanjang jalur yang dilintasi pemudik terdapat pusat perbelanjaan kerajinan khas Tasikmalaya di sepanjang jalur yang dilintasi pemudik.

Terlihat beberapa kendaraan luar daerah mendominasi lokasi parkir di kawasan tersebut. Laju kendaraan yang hendak melintas pun sempat tersendat akibat masuk dan keluarnya kendaraan di lokasi parkir.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.