Kompas.com - 08/07/2014, 16:10 WIB
Santri di Pamekasan saat gelar unjuk rasa di depan kantor Panwaslu Pamekasan, Selasa (8/7/2014). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANSantri di Pamekasan saat gelar unjuk rasa di depan kantor Panwaslu Pamekasan, Selasa (8/7/2014).
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berunjuk rasa ke kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Selasa (8/7/2014).

Mereka merasa dilecehkan oleh pernyataan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Ahmad Zaini yang menyebutkan bahwa pondok pesantren adalah lumbung pelanggaran pada setiap pelaksanaan Pemilu.

Kordinator aksi, Azief Mawardi Zein mengatakan, pernyataan ketua Panwaslu sudah melukai institusi pesantren secara keseluruhan di Indonesia. Pernyataan itu tidak didasari argumentasi dan data-data terjadinya pelanggaran Pemilu di pesantren. Yang disampaikan ketua Panwaslu hanya opini pribadi yang tidak bisa dibuktikan.

“Kami sangat menyesalkan tuduhan ketua Panwaslu. Kami minta yang bersangkutan mencabut pernyataan itu di depan umum,” terang Azief.

Yang paling disesalkan para santri, lanjut Azief, ketua Panwaslu Pamekasan menyebut dua pesantren terbesar di Pamekasan yang turut menjadi tempat organisir santri untuk mengarahkan dukungan pada calon tertentu. Dua pesantren itu yakni Mambaul Ulum Bata-bata di Desa Panaan Laok, Kecamatan Palengaan dan pesantren Darul Ulum Banyuanyar di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan.

Azief menjelaskan, ketua Panwaslu sehari sebelum aksi para santri ini, sudah diminta untuk mendatangi pengasuh dua pesantren dimaksud. Namun ditunggu oleh para santri sampai pukul 23.00 tadi malam, Zaini tidak kunjung datang. Bahkan nomor ponsel Zaini saat dihubungi perwakilan santri, tidak aktif.

“Maka hari ini di depan umum dan semua media, Ahmad Zaini harus menyatakan minta maaf dan apa yang disebutkan tidak benar,” pinta Azief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmad Zaini sendiri di hadapan para santri mengaku siap meminta maaf. Bahkan setelah aksi demonstrasi, dia segera meminta maaf secara langsung kepada dua pengasuh pesantren yang disebutkan Zaini.

“Saya mengaku khilaf dan pernyataan saya tidak ada maksud untuk menghina dan memojokkan pondok pesantren,” terang Zaini.

Sebelumnya, Ketua Panwaslu Pamekasan, Ahmad Zaini, di beberapa media lokal menyebut bahwa pondok pesantren sebagai lumbung pelanggaran pemilu. Pelanggaran tersebut di antaranya, ada pemilih di bawah umur 16 tahun, pengarahan dukungan secara massif kepada salah satu calon serta adanya pemilih yang mencoblos berulang-ulang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.