Divonis 20 Tahun Bui karena Sabu, Warga Vietnam Ini Menangis

Kompas.com - 02/07/2014, 18:12 WIB
Ilustrasi sabu-sabu ShutterstockIlustrasi sabu-sabu
|
EditorCaroline Damanik

BALIKPAPAN, KOMPAS.com
– Seorang warga negara Vietnam, Nguyen Van No (42), menahan tangis pascasidang di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (2/7/2014) sekitar pukul 16.00. Setelah sempat tertunda, pengadilan akhirnya memutuskan hukuman penjara 20 tahun bagi Nguyen.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman mati atas Nguyen.

“Memutuskan 20 tahun kurungan penjara dan denda Rp. 1,5 miliar. Bila tidak bisa memenuhi denda maka hukuman ditambah satu tahun enam bulan kurungan,” kata H Sumpeno, SH, MH, hakim yang memimpin sidang saat itu.

Nguyen didakwa sebagai kurir narkotika golongan I Methamphitamine alias sabu asal Mumbai, India, seberat 4.010 gram atau 4,10 kg. Dia tertangkap petugas customs narcotic team (CNT) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan saat menginjakkan kaki di Bandara Internasional Sepinggan pada 19 Desember 2013 lalu.

Sidang hari ini merupakan sidang putusan setelah beberapa kali sidang sebelumnya. Sidang hanya membacakan putusan hakim atas Nguyen dan berlangsung singkat, sekitar 40 menit. Nguyen yang hanya mengerti bahasa Vietnam, diam dan tertuntuk sepanjang sidang berlangsung. Dia tidak ditemani penerjemah sidang pembacaan putusan tetap berlangsung.

Disepakati dalam sidang, putusan itu akan diterjemahkan secara tertulis dari bahasa Indonesia ke Vietnam kemudian diberikan pada Nguyen paling lama satu minggu.

“Waktu terbatas. Masa (penahanan) tinggal sampai tanggal 20 nanti. Hari ini membaca putusan saja. Terjemahan (putusan) diberikan pada terdakwa, paling lama besok,” kata Sumpeno pada JPU maupun tim pembela terdakwa sebelum putusan dibacakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai sidang, Nguyen pun menangis. Ia lebih tenang setelah mengetahui putusan atas dirinya tidak jadi hukuman mati, melainkan penjara 20 tahun.

Petugas CNT dari KPPBC Tipe Madya Pabean B Balikpapan menangkap Nguyen di bandara. Ia ditangkap karena membawa sabu seberat lebih dari 4 Kg. Nguyen tiba di Balikpapan dengan menumpang Silk Air MI-138 dari New Delhi, India, transit di Singapura.

Pihak bandara mencurigai tas merah bawaannya. Setelah diperiksa, didapati bubuk kristal dalam 90 kantong plastik kecil ukuran 30 Gram hingga 50 Gram, yang disembunyikan di dalam alat olahraga sejenis pelindung diri pada bagian tubuh yang biasa dipakai para atlet.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.