Kompas.com - 18/06/2014, 06:54 WIB
Polisi militer berpatroli untuk mencegah polisi dan tentara berada di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014. AFP PHOTO / JUNI KRISWANTOPolisi militer berpatroli untuk mencegah polisi dan tentara berada di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014.
|
EditorGlori K. Wadrianto

SURABAYA, KOMPAS.com — Mendekati hari penutupan lokalisasi prostitusi tidak berdampak pada tarif kencan pekerja seks komersial (PSK) di Dolly. Tarif kencan tetap berlaku seperti hari-hari biasa.

Tarif bercinta di kompleks lokalisasi prostitusi Dolly berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000 untuk sekali kencan dengan durasi satu jam. Itu belum termasuk uang tips untuk PSK, jasa mucikari pengantar tamu, serta penghubung tamu dengan PSK.

"Tidak ada kenaikan tarif kencan, sama dengan hari biasa," kata salah seorang mucikari yang mengaku bernama Arif.

Menurut Arif, besaran tarif tesebut berlaku untuk semua PSK di wisma Gang Dolly. Sementara di wisma yang tersebar di Jalan Jarak bisa lebih murah. Tarif sekali kencan hanya antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Murahnya tarif kencan itu karena PSK di sana sebagian besar sudah berusia 35 tahun ke atas. "Biasanya yang punya uang terbatas, tapi memaksa ingin kencan, ya di Jarak," tambahnya.

Sebelumnya, kata Arif, PSK di Dolly bisa di-booking ke luar wisma, tetapi karena kerap kejadian PSK melarikan diri, maka sejak beberapa bulan ini pemilik wisma sepakat untuk melarang PSK diajak berkencan di luar wisma. "Risikonya besar kalau diajak keluar oleh tamu," ujarnya.

Terkait rencana penutupan Dolly, Arif menegaskan tetap menolaknya. Dia yakin aktivitas prostitusi di Dolly akan tetap buka seperti biasa, meskipun Rabu besok akan ditutup oleh pemerintah.

"Kami tetap buka sampai sehari menjelang puasa, lalu libur sebulan, dan buka lagi setelah Lebaran," tegas pria yang mengaku sudah lima tahun menjadi mucikari di Gang Dolly ini.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X