Bukan Jalan Instan Putri Pengayuh Becak yang Jadi Wisudawati Terbaik...

Kompas.com - 12/06/2014, 05:25 WIB
Raeni menuju Auditorium Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/6/2014), diantar sang ayah, Mugiyono, dengan becak yang menjadi sumber nafkah keluarga mereka. Humas Unnes/Lintang HakimRaeni menuju Auditorium Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/6/2014), diantar sang ayah, Mugiyono, dengan becak yang menjadi sumber nafkah keluarga mereka.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SEMARANG, KOMPAS.com — Sederhana dan penuh senyum menjadi gambaran ringkas untuk sosok Raeni (21). Dia adalah putri kedua seorang pengayuh becak yang menjadi lulusan terbaik dalam wisuda periode II/2014 Universitas Negeri Semarang di Jawa Tengah.

Kesederhanaan itu pun sudah dimulai dari namanya. "Raeni. (Nama) panjangnya ya Raeniiii...," ujar pemilik indeks prestasi kumulatif 3,96 ini renyah, saat dijumpai di tempat kosnya di Jalan Kalimasada, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/6/2014).

Raeni tak membantah bahwa capaian prestasinya membuat sebagian hidupnya berubah. Sepanjang Rabu ini saja misalnya, ujar dia, sudah banyak media meminta waktu untuk wawancara.

Pada Rabu malam pun dia sudah harus terbang ke Jakarta untuk tampil di acara talkshow di sebuah stasiun televisi swasta nasional. "Ya capek sebenarnya, sampai tadi nggak sempat makan, lalu diambilkan makan sama ibu kos, tapi saya bahagia dan bangga," kata Raeni dengan tetap tersenyum.

Dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya, Raeni memastikan capaiannya itu bukan didapat secara instan. Dia mengatakan, semua bermula dari didikan disiplin dan tegas dari sang ayah.

Putri pasangan Mugiyono dan Sujamah asal Desa Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ini sudah berprestasi sejak kecil. Mengenyam sekolah di SDN 3 Langenharjo kemudian di SMP 3 Patebon dan SMK N 1 Kendal, Raeni selalu menempati peringkat satu atau dua dalam penilaian kelas.

"Ya, alhamdulillah memang sering dapat ranking satu atau dua gitu," ujar gadis kelahiran 13 Januari 1993 ini. Manajemen waktu dan disiplin yang diterapkan ayahnya sejak kecil membuatnya terbiasa mengerjakan sesuatu dengan cepat.

Raeni mengaku terbiasa mengatur waktu belajarnya, bahkan ketika jeda pergantian jam sekolah dan kuliah. "Pas kuliah (misalnya), kalau ada materi yang nggak tahu, saya nanya ke dosen pas jam jeda. Jadi minta penjelasan biar benar-benar ngerti," kata dia.

Meski belajar dan mengerjakan tugas merupakan hal utama untuk dirinya, Raeni mengaku tetap punya waktu untuk berinteraksi dengan teman-temannya. "Ya tetap bergaul biar banyak teman."

Selain disiplin, alumnus Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini mengatakan, orangtuanya selalu mengajarkan kejujuran. Dia pun bertutur saat-saat awal diterima menjadi mahasiswi Unnes.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X