Dinilai Ganggu Mata Air, Warga Protes Pengeboran di Bukit Holywood

Kompas.com - 26/05/2014, 17:14 WIB
|
EditorCaroline Damanik
UNGARAN, KOMPAS.com - Pengeboran air bawah tanah di Bukit Hollywood, Bandungan, Kabupaten Semarang, diprotes warga Lingkungan Junggul, Kelurahan Bandungan. Puluhan warga menggeruduk lokasi pengeboran dan meminta pihak pengembang menghentikan pengeboran, Senin (26/5/2014) pagi.

Warga menilai aktivitas tersebut mengganggu sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan sekitar 400 kepala keluarga warga Lingkungan Junggul.

Warga melaporkan masalah tersebut kepada Lurah Bandungan, Adiarso, yang kemudian datang ke lokasi bersama Satpol PP. Penghentian proyek pengeboran yang diminta dihentikan tidak hanya di Junggul saja. Satpol PP dan Lurah Bandungan meminta pekerja pengeboran ABT di lingkungan Piyoto, Bandungan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengeboran air bawah tanah berada di Bukit Holywood yang masuk Lingkungan Junggul tepat berada di atas empat mata air yang digunakan warga. Pengeboran itu dilakukan satu paket dengan pembangunan villa milik Rudi warga Semarang.

Jaraknya tidak lebih dari 100 meter dari mata air yang sudah puluhan tahun digunakan untuk air konsumsi warga. Pengeboran yang sudah berjalan satu minggu dengan mencapai kedalaman 40 meter itu dinilai sangat mengganggu.

“Pengeboran sudah berjalan seminggu. dampaknya sumber air miliki warga menjadi keruh dan berlumpur. Padahal itu adalah air konsumsi. Selain itu kalau pengeboran dibiarkan kami khawatir mata air warga menjadi berkurang debitnya,” kata Totok Budianto (54), warga Junggul, Bandungan.

Ketua RW 4 Lingkungan Junggul, Kuswanto (40) mengatakan, warga memang mengkhawatirkan adanya pengeboran tersebut hingga meminta kelurahan dan Satpol PP menghentikan. Sebab pengeboran tersebut tidak berizin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Warga keberatan karena berdekatan dengan empat sumber mata air yang digunakan sekitar 400 jiwa warga Junggul. Kami minta pengeboran ini dihentikan selamanya,” pinta Kuswanto.

Sementara itu, Lurah Bandungan Adiarso mengatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan pada pemilik lahan yang digunakan untuk pengeboran. Pasalnya, pemilik lahan belum memiliki izin mendirikan rumah sekaligus pengeboran sumur.

Pihaknya meminta pemilik villa untuk menghentikan aktivitas pengerjaan villa dan pengeboran air bawah tanah, sebab izinnya belum keluar.

“Kami sudah memberikan peringatan dan meminta untuk menghentikan. Memang pemiliknya, Pak Rudi sudah pengajuan IMB. Karena ini daerah resapan dan rawan longsor maka kami minta dia mengecek dulu ke Bappeda apakah di tanah ini dibolehkan atau tidak,” tuturnya.

Petugas Satpol PP yang datang ke lokasi pengeboran juga langsung memberikan surat peringatan pada pemiliknya dan meminta suluruh pekerjaan dihentikan. Selain di lokasi milik Rudi, petugas Satpol PP meminta penghentian pengeboran air bawah tanah di lingkungan Piyoto, Bandungan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.