Istri Bupati Semarang Bantah Urus Izin Perumahan Ilegal

Kompas.com - 23/05/2014, 10:28 WIB
|
EditorKistyarini
AMBARAWA, KOMPAS.com – Bintang Narsasi Mundjirin, istri Bupati Semarag Mundkrin membantah dia terlibat dalam perizinan salah satu perumahan di Ambarawa, yang belakangan diketahui tak berizin.

Bintang mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu masalah perizinan tersebut. Sebab masalah perizinan adalah bukan kewenangannya melainkan kewenangan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT).

“Urusannya apa (soal perizinan) dengan saya. Itu ngarang-ngarang saja. Saya tidak kenal sama Wawan,” tutur Bintang, ketika dihubungi, Jumat (23/5/2014) pagi.

Sebelunya diberitakan, sebuah aktivitas pembangunan perumahan yang diduga ilegal berlangsung tak jauh di belakang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa.

Kepala BPMPT Kabupaten Semarang, Soekendro, saat ditemui dalam sebuah acara di Kejari Ambarawa, Kamis (22/5/2014) siang menyampaikan, pihaknya belum pernah merasa mengeluarkan izin bagi pengembang perumahan bernama "Anugerah Karya Agung Regency" yang berada di lingkungan Seneng, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa tersebut.

“Kalau berkas pengajuan izin memang sudah masuk, tetapi kami belum mengeluarkan izin pendirian perumahan di sana,” kata Kendro.

Sebelum izin keluar, kata Kendro, seharusnya tidak ada pekerjaan apapun yang berlangsung di lokasi. Sehingga pihak pengembang selayaknya menghentikan pekerjaan di sana. Sementara itu untuk penegakan perda terkait pelanggaran perizinan menjadi kewenangan Satpol PP.

“Semestinya tidak melakukan pekerjaan dulu, sebelum izinnya keluar. Kalau penegakan Perda itu ranahnya Satpol PP,” ungkapnya.

Saat wartawan memantau ke lapangan, sejumlah pekerja nampak meratakan lahan. Saat dikonfirmasi, pengelola perumahan yang mengaku bernama Wawan mengatakan sudah memiliki perizinan. Bahkan ia menyebut dirinya dekat dengan sejumlah pejabat, termasuk nama istri Bupati Semarang Mundjirin.

“Saya juga sudah mengurus perizinannya sama Pak Budi PU Kabupaten. Kata dia, saya sudah bisa mulai melanjutkan pekerjaan. Selain itu Bu Mundjirin (istri Bupati Semarang) juga sudah saya tembusi,” kata Wawan.

Pembangunan perumahan "Anugerah Karya Agung Regency" di belakang Kejari Ambarawa yang tak berizin tersebut seolah menambah deretan bangunan di Kabupaten Semarang yang mengabaikan peraturan.

Sebelumnya sebuah obyek wisata alam "Kampoeng Rawa" di sempadan Rawapening mendapat peringatan dari aparat Satpol PP lantaran tak mengantongi izin. Belakangan, Kampoeng Rawa tetap nekat beroperasi dengan dalih belum mendapatkan teguran secara tertulis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X