Pasca-Ganjar Marah, Sidang Pelanggar Tonase Naik dari 25 Jadi 1.829 Sidang

Kompas.com - 21/05/2014, 16:35 WIB
Caption:  Sejumlah pelanggar tonase mencari informasi ruang sidang di PN Kabupaten Semarang, Rabu 

(21/5/2014) siang.
kompas.com/ syahrul munirCaption: Sejumlah pelanggar tonase mencari informasi ruang sidang di PN Kabupaten Semarang, Rabu (21/5/2014) siang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com — Pemberlakuan zero toleransi bagi kelebihan muatan yang diberlakukan di Jembatan Timbang Klepu, Kabupaten Semarang, mulai Rabu pekan lalu, berbuntut melonjaknya jumlah pelanggar tonase yang harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang (PN Semarang), Rabu (21/5/2014).

Total jumlah kendaraan barang yang telah ditindak dan disidangkan mencapai 1.829 unit. Penerapan zero toleransi di jembatan timbang ini diduga terjadi setelah Gubernur Jawa Tengah memergoki pungutan liar di Jembatan Timbang Subah, Batang, akhir April lalu.

Perwakilan Humas PN Kabupaten Semarang, Budi Prayitno, mengatakan, penindakan terhadap truk angkutan barang yang melanggar batas tonase muatan ini jumlahnya melonjak sangat signifikan, pascapenerapan nol toleransi oleh otoritas jembatan timbang Klepu, Ungaran.

"Biasanya 25 hingga 60 pelanggaran. Akan tetapi, Rabu ini kami menyidangkan 3.102 pelanggaran, sebanyak 1.829 di antaranya merupakan pelanggaran di jembatan timbang dan sisanya pelanggaran lalu lintas yang ditindak oleh Satlantas,” kata Budi.

Guna percepatan, pihaknya menggelar persidangan serentak di tiga ruang terpisah dengan masing-masing ditangani seorang hakim. Sidang digelar mulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB.

“Kalaupun ada proses yang masih berlangsung, ini merupakan proses penyelesaian administrasi berupa pembayaran denda,” ungkapnya.

Budi menambahkan, denda yang dikenakan bagi ribuan kendaraan angkutan barang yang ditindak ini bervariasi. Denda setiap pelanggaran batas muatan terendah Rp 60.000 dan denda paling tinggi Rp 80.000.

Jumlah denda ini umumnya dikenakan untuk kendaraan truk dengan batas tonase lima ton. Untuk kendaraan angkutan lebih besar, denda atas pelanggaran yang dikenakan juga berpotensi lebih besar.

"Kami akui cukup menyita waktu. Tak jarang mereka terlibat perdebatan dengan hakim karena denda yang dikenakan," kata dia.

Banyaknya pelanggar batas tonase yang disidangkan tersebut berimbas pada molornya jadwal persidangan reguler lainnya.

Daryatno (28), salah seorang sopir truk angkutan yang dikonfirmasi di PN Semarang, mengaku sangat kecewa lantaran berkasnya belum dikirim ke PN. Akibatnya, ia tidak bisa disidang hari ini. Padahal, bapak satu anak ini sudah meminta izin untuk tidak masuk bekerja.

Warga Kota Salatiga tersebut mengaku ditindak di Jembatan Timbang Klepu, Kamis (8/5/2014), akibat melanggar batas muatan hingga lima ton. "Kacau Dishub ini. Gara-gara berkasnya tak ada, saya batal sidang. Padahal sudah disempatkan datang," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pembayaran denda terpaksa dibuka di ruang perpustakaan karena membeludaknya peserta sidang. Sementara itu, di luar gedung PN, ratusan truk diparkir di sepanjang Jalan Gatot Subroto sehingga arus lalu lintas pun melambat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X