Kompas.com - 20/04/2014, 18:42 WIB
Satwa endemik Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1.336 ekor Komodo, sedangkan 1.288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSatwa endemik Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini sendiri terdapat 1.336 ekor Komodo, sedangkan 1.288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
|
EditorFarid Assifa

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Tarsan, petugas Kepolisian Kehutanan di Balai Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, digigit seekor Komodo di bagian kaki kanan di depan Pos Resort Loh Baru, Pulau Rinca, Minggu (20/4/2014) sekitar jam 06.30 WIT.

Informasi itu disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Sustyo Iriyono kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Minggu (20/4/2014). Sustyo menjelaskan, saat itu, Tarsan sedang bersiap-siap untuk melakukan aktivitas harian seperti memantau kondisi lingkungan darat maupun laut (aktivitas dalam rangka Resort Base Management).

Sehabis sarapan pagi, Tarsan kemudian membersihkan sisa-sisa makanan dan masakan sambil bercanda dengan beberapa ekor rusa jinak yang ada di sekitar pos.

Saat sedang bercanda itulah, tiba-tiba dari belakang muncul seekor Komodo dewasa dan langsung menerkam kaki kanan Tarsan dari belakang. Tarsan kemudian ditolong oleh rekan-rekannya. Korban dikarikan ke Kota Labuan Bajo dengan speed boat Patroli Ranger.

Setibanya di Kota Labuan Bajo, lanjut Sustyo, Tarsan segera diberikan pertolongan pertama di Pusat Kesehatan Masyarakat di Kota Labuan Bajo oleh petugas medis. Karena luka kaki kanannya cukup parah, Tarsan dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali untuk perawatan intensif.

”Saat ini sedang diupayakan untuk bisa segera diterbangkan dengan pesawat, dan menurut jadwal tercepat pada jam 12.00 WIT dari Bandara Udara Komodo menuju ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali,” jelasnya.

Sustyo menjelaskan, peristiwa ini sudah dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) pada Kementerian kehutanan Republik Indonesia serta Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Jakarta serta Bupati Manggarai Barat.

Data yang dihimpun Kompas.com, pada 2013 lalu, Komodo di Pulau Rinca sudah beberapa kali menggigit warga dan petugas. Selain itu, Kabupaten Manggarai Barat belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah sehingga perawatan pasien yang digigit Komodo dari Taman Nasional Komodo selalu dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Bali, Provinsi Bali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X