Remaja "Hacker" Ditampilkan di Konferensi Pers, Keluarga Terkejut

Kompas.com - 18/04/2014, 18:54 WIB
AR (kanan) pelajar yang mencuri pulsa dan voucher melalui sistem komputer. KOMPAS.com/Achmad FaizalAR (kanan) pelajar yang mencuri pulsa dan voucher melalui sistem komputer.
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com – Keluarga AR, tersangka pembobol dua rekening perusahaan besar di Pulau Jawa, mengaku shock dengan konferensi pers yang diadakan Polda Jatim terkait kejahatan yang dilakukan AR. Pasalnya, AR masih berstatus remaja karena usianya masih 17 tahun, belum 18 tahun.

“Kami sedih mbak, kenapa Polda Jatim mem-blow up ke media, dan adik saya seperti penjahat seperti itu. Usianya masih 17 tahun, belum 18 tahun seperti yang diberitakan di televisi,” kata MA, kakak kandung AR di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat (18/4/2014).

Dijelaskan MA, kondisi kedua orangtuanya kini masih berduka. Tidak hanya memikirkan pemberitaan di media nasional, tapi juga memikirkan kondisi AR yang ditahan di Polda Jatim.

“Kedua orangtua masih sedih, apalagi tayangan di televisi seperti itu, kami kaget karena seharusnya AR tidak didandani begitu (muka ditutup). Dia masih anak-anak, usianya baru 17 tahun, bukan 18 tahun,” jelas MA.

Diketahui, pelajar kelas 2 SMK di Sangatta Kutai Timur, yang ditangkap Tim Cybercrime Polda Jatim pada 2 April lalu itu, dijerat Pasal 30 Ayat (3) juncto Pasal 36 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. AD terancam pidana paling lama delapan tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 800 juta.

“Delapan tahun penjara itu bagaimana mbak? Denda segitu juga bagaimana? Kami tidak sanggup mendengar ini. Jangan sampai kedua orangtua saya tahu, bagaimana nasib AR di sana. Kedua orangtua saya selalu memikirkan itu mbak, AR di sana sendirian,” sesal MA.

Untuk itu, MA terus berjuang mencari dukungan dari Dinas Pendidikan Kutim. “Saya sudah bertemu kepala dinasnya, rencananya hari Senin (21/4/2014) nanti saya akan ke Surabaya ke Polda Jatim bersama Disdik Kutim untuk mencari keringanan untuk adik saya,” kata MA.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X