Kuasa Hukum Dada Rosada Yakin Tuntutan 15 Tahun Penjara Tidak Matang

Kompas.com - 03/04/2014, 21:58 WIB
|
EditorTri Wahono
BANDUNG, KOMPAS.com — Kuasa hukum mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Abidin, berkeberatan dengan tuntutan hukuman selama 15 tahun penjara kepada kliennya itu.

"15 tahun terlalu berat itu. Fakta sidang kan tidak seperti itu. Fakta sidang kan tidak seperti yang diuraikan dalam tuntutan itu," sesal Abidin saat dimintai keterangan wartawan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/4/2014).

Menurut Abidin, Dada tidak terlalu bersalah karena perannya dalam proses melakukan korupsi hanya sebatas penerima laporan dari beberapa orang bawahannya, seperti Edi Siswadi dan Herry Nurhayat.

"Pak Dada tidak pernah menyuruh, tidak juga memberikan arahan kepada bawahannya. Pak Dada hanya menerima laporan saja. Kan semuanya diserahkan kepada Pak Edi dan Pak Herry sebagai pengguna anggaran, kan begitu," jelas Abidin.

Abidin menilai, tuntutan hukuman 15 tahun penjara kepada Dada tidak dipertimbangkan secara matang oleh KPK.

Hal ini, kata Abidin, akan ditanggapi saat pembelaan Senin pekan depan. "Nanti kita tanggapi di tahap pembelaan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dada Rosada dituntut hukuman 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/4/2014).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dada Rosada dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dan denda sebesar Rp 600 Juta, subsider selama enam bulan," ucap JPU KPK Riyono saat membacakan pada sidang di PN Bandung, Kamis petang.

Riyono menyatakan, dakwaan pasal yang menjeratnya sama persis dengan Edi. Demikian halnya dengan mantan orang nomor satu di Kota Bandung itu.

"Terdakwa Dada Rosada terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Riyono.

Hal-hal yang memberatkan, kata Riyono, perbuatan terdakwa Dada selaku Wali Kota Bandung mencederai lembaga peradilan. Kemudian, yang kedua, perbuatan terdakwa Edi tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi.

Kemudian, selaku Wali Kota, Dada tidak memberikan contoh baik kepada jajarannya di Pemerintah Kota Bandung dalam menjalankan roda pemerintahan. Kemudian, lanjutnya, terdakwa melanggar sumpah jabatan sebagai pejabat publik dengan berjanji tidak akan melakukan korupsi, tetapi ternyata sebaliknya.

Hal-hal yang meringankan terdakwa, yakni belum pernah dihukum, masih memiliki tanggungan keluarga, terdakwa berterus terang akan perbuatannya, terdakwa menyesali perbuatannya, dan terdakwa juga bersikap sopan dari awal persidangan digelar.

Sebelumnya, kuasa hukum mantan Sekda Bandung Edi Siswadi, Faturrahman, juga mengaku keberatan atas tuntutan JPU dari KPK yang menuntut kepada Edi dengan hukuman penjara 12 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X