Waspadai Rekening Palsu Donasi untuk Satinah

Kompas.com - 28/03/2014, 11:43 WIB
Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, bersama kakaknya, Paeri (43), dan anaknya, Nur Afriana (20), yang berkunjung ke penjara Buraidah. Satinah akan dihukum pancung jika pada 3 April mendatang uang darah (diyat) sebesar 7 juta riyal atau setara Rp 21 miliar tak dibayarkan. ARSIP KELUARGASatinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, bersama kakaknya, Paeri (43), dan anaknya, Nur Afriana (20), yang berkunjung ke penjara Buraidah. Satinah akan dihukum pancung jika pada 3 April mendatang uang darah (diyat) sebesar 7 juta riyal atau setara Rp 21 miliar tak dibayarkan.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — Simpati masyarakat terhadap nasib TKW Satinah terus mengalir seiring pemberitaan media yang meluas, menjelang enam hari batas waktu pembayaran diat Satinah. Banyak kelompok masyarakat yang melakukan penggalangan dana, baik secara langsung maupun melalui pesan berantai seluler dan jejaring sosial media.

Salah satu yang sedang marak adalah penggalangan dana melalui broadcast massage Blackberry ataupun smartphone lainnya, yang mengajak masyarakat untuk menyumbangkan uangnya, minimal Rp 9.000, ke sebuah rekening BRI bernomor 0325-01-001406-30-2 atas nama Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah. Di situ disebutkan, kekurangan diat TKI Satinah masih Rp 9 miliar.

Di dalam pesan itu juga disebutkan, dengan asumsi 1 juta orang ikut menyumbang dengan nominal minimal Rp 9.000, kekurangan itu akan cepat dipenuhi. Diana (27), warga Villa Krista, Ungaran, adalah salah satu warga yang mendapatkan broadcast massage tersebut. Mulanya ia meragukan kebenaran isi broadcast massage dan nomor rekening yang tercantum di dalamnya. Namun setelah ia menanyakan kepada salah satu temannya, ia baru yakin bahwa broadcast massage tersebut bukan penipuan.

"Teman saya googling ke web Pemprov Jateng dan ternyata nomor rekening itu betul punya Disnaker. Saya baru percaya," kata Diana, Kamis (27/3/2014) siang.

Sebagai warga Kabupaten Semarang, Diana mengaku ikut prihatin dengan nasib Satinah. Namun sebaiknya pemerintah juga ikut mengawasi aktivitas penggalangan dana yang dilakukan oleh sejumlah pihak.

"Agar tidak timbul keraguan bagi warga yang ingin ikut menyumbang, sebaiknya pemerintah mengawasi aksi penggalangan dana itu. Lebih baik lagi jika rekening resmi juga dipublikasikan," imbuhnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Polres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap kelompok-kelompok yang mengelola donasi secara ilegal. Meski belum ada laporan yang masuk kepada dirinya, Augustinus menengarai bahwa kemungkinan donasi ilegal itu lebih banyak melalui pesan berantai.

"Sebaiknya masyarakat cek dulu rekeningnya, benar apa tidak itu resmi rekening yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga yang tepercaya. Saat ini kan situasinya sangat dramatis, kurang seminggu lagi nasib Ibu Satinah akan ditentukan. Kami khawatir, mereka memanfaatkan rasa simpatik masyarakat ini untuk kepentingan pribadinya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

WN Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Renang Hotel

Regional
Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Video Ibu Gantung Anak dengan Kaki di Atas Viral, Polisi Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X