Kompas.com - 28/03/2014, 09:05 WIB
Ilustrasi. Parang berdarah. Ilustrasi. Parang berdarah.
|
EditorCaroline Damanik

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang oknum polisi berinisial AS menggorok leher istrinya, Farida Susanti (28), hingga nyaris putus. Peristiwa tragis yang menimpa Farida terjadi saat ia tengah tidur pulas bersama anak perempuannya.

Oknum polisi berpangkat bintara itu bertugas di bagian pelayanan markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Kepala bidang hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra, AKBP Sunarto membenarkan kejadian tersebut.

Sunarto mengatakan, pelaku saat ini telah diamankan di sel tahanan Polda Sultra. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kos di lorong Arindo Jalan D.I Panjaitan Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga Kota Kendari, Kamis (27/3/2014) pukul 00.15 Wita.

Menurutnya, AS mengalami kelainan pada otaknya akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada tahun 2008 sehingga dia harus mengkosumsi obat untuk mengurangi sakit pada otaknya. Sayangnya, Sunarto mengaku tidak tahu nama obat tersebut.

"Karena pada saat lakantas tersebut, pelaku mengalami benturan pada otak, setelah pelaku melepas obat yang dikonsumsinya sekitar sebulan lalu, maka terjadilan kejadian seperti ini (gorok istrinya). Itu hanya dugaan sementara," ungkapnya.

Akibat perbuatan AS, istrinya mengalami luka sobek pada bagian leher depan setelah digorok dengan menggunakan parang tumpul.

"Pelaku sekarang telah diamankan sel tahanan Polda, untuk sanksinya kami belum bisa memastikannya, karena kami harus menunggu hasil diagnosanya, apakah dia benar-benar kelainan atau tidak," ujarnya.

Terkait peristiwa penggorokan, Nur Alamsyah, tetangga korban juga membenarkan. Menurutnya, saat kejadian itu, dia tengah berada di dalam kamar kostnya. Sekira pukul 00.15 Wita, dia kaget karena pintu kamarnya digedor-gedor. Dia kaget saat melihat Farida yang sudah dalam kondisi bersimbah darah di depan pintu.

Farida saat itu sudah tidak bisa berkata-kata, namun ia menunjuk-nunjuk ke arah kamarnya. Dan ketika mendapat isyarat itu, Alamsyah segera bergegas ke kamar Farida. Di dalam kamar, lanjutnya, AS tampak tengah termenung di sudut kamar.

“Saya ke kamar dan lihat berantakan darah berceceran. Suaminya Agus saya lihat duduk termenung seperti orang yang kehilangan ingatan ditemani anaknya,” tambah Alamsyah.

Kini, Farida masih mendapat perawatan di ruangan ICU rumah sakit Bahteramas Kendari. Petugas rumah sakit belum mengizinkan pihak luar menemuinya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.