Ridwan Kamil Interogasi Copet di Gedung Sate

Kompas.com - 24/03/2014, 07:51 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mencoba ambulance baru. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mencoba ambulance baru.
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ikut menginterogasi seorang copet yang ditangkap dan diamankan di dekat gerbang Gedung Sate, Minggu (23/3/2014).

Sebelumnya, petugas polisi didampingi sejumlah anggota TNI AD meringkus dan menggiring seorang pencopet dari pos Satpol PP di trotoar Lapangan Gasibu, ke pos pengamanan di dekat gerbang Gedung Sate.

Tidak berselang lama, Ridwan Kamil, yang berkaus merah dan bercelana pendek putih, menyusul menuju pos pengamanan Gedung Sate.

Emil, sapaan akrabnya, memegang perangkat tablet di tangannya. Di pos pengamanan, terjadilah interogasi dari Wali Kota kepada pencopet.


Wali Kota berdiri, sementara pencopet duduk tertunduk di kursi. Di sebelah pencopet, seorang tentara mengawasi si pencopet.

"Kamu sudah dari tahun berapa mencopet," kata Emil, sambil menepukkan tabletnya ke pundak kiri pencopet.

"Saya dulunya dagang pak," jawab pencopet.

"Eh jawab pertanyaan saya, dari tahun berapa!" tekan Emil.

"Dari tahun 2000, Pak," jawab pencopet.

"Kamu yang mencopet di Sudirman dan Braga Culinary Night, kan?" tanya Emil lebih keras.

"Iyah," jawab pencopet sambil tertunduk.

"Jangan-jangan kamu yang mencopet ponsel saya di Dago, yah?" tanya Emil.

Emil mengaku pernah menjadi korban pencopetan pada malam tahun baru di Dago. Waktu itu, ponselnya "sukses" digondol pencopet.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X