Di Ponpes, Suryadharma Ali Bilang PPP Siap Dukung Jokowi

Kompas.com - 17/03/2014, 15:16 WIB
Menteri Agama RI Suryadharma Ali dan Menpera Djan Faridz, saat hadir di acara peresmian rusunawa di salah satu pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/3/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunMenteri Agama RI Suryadharma Ali dan Menpera Djan Faridz, saat hadir di acara peresmian rusunawa di salah satu pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/3/2014).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com — Menteri Agama RI yang juga Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz hadir dalam acara silaturahim dan peresmian rusunawa pondok pesantren se-Malang Raya di Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (17/3/2014). Dalam acara Kementerian Perumahan Rakyat ini, Suryadharma menyatakan sikap PPP untuk mendukung kesiapan Jokowi sebagai calon presiden.

"Saya tidak tahu apakah di kalangan kiai sosok Jokowi cocok menjadi capres. Kita sudah siap mendukung sosok Jokowi," katanya.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Djan menyatakan, ada tujuh pondok pesantren di Malang Raya yang mendapatkan bantuan rusunawa. Dia tak hanya menegaskan pernyataan bahwa program rusunawa tersebut adalah program dari kementerian yang dipimpinnya, tetapi juga dia meminta para ulama dan masyarakat di sekitar ponpes itu untuk mendoakan dirinya dan PPP.

"Saya minta doa kepada kiai. Semoga diberikan kesehatan. Jangan lupa cintai Kabah. Doakan Kabah selalu ada di hati rakyat Indonesia," katanya disambut tepuk tangan hadirin yang hadir saat itu.

Sementara itu, Suryadharma mengatakan bahwa sejak Djan memunculkan usulan membangun rusunawa di pesantren, sebagai Menteri Agama, dia langsung memuji ide tersebut. Oleh karena itu, menurutnya, tidak perlu disalahkan jika ada bendera PPP berkibar di pohon-pohon di sekitar rusunawa.

"Karena mereka saking cintanya pada Kabah," tambahnya.

Dinilai melanggar

Perilaku Suryadharma dan Djan dalam acara ini menuai kecaman. Pasalnya, mereka dinilai melakukan kampanye terselubung di dalam pondok pesantren dan dalam acara kementerian. Anggota Panwas Kabupaten Malang, George Da Silva, yang juga hadir dalam acara itu menegaskan bahwa acara tersebut sarat akan pelanggaran.

"Masuk kegiatan kampanye, apalagi digelar di dalam pesantren yang masuk dalam lembaga pendidikan," katanya.

Jika memang PPP berniat untuk melakukan kampanye terbuka, dia menyatakan seharusnya partai menggelarnya di lapangan secara terbuka dan bukan di lembaga pendidikan.

"Kita sudah kumpulkan barang bukti dan segala pelanggaran yang dilakukan. Kita akan kaji dulu dan akan laporkan ke Panwas Provinsi Jatim," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X