Jadi Sasaran Perampokan, Alat Keamanan Toko Emas Minim

Kompas.com - 15/03/2014, 06:39 WIB
Dua personil polisi menjaga toko emas yang baru saja distaroni perampok di Jalan Raya Petok, Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jum'at (14/3/2014). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimDua personil polisi menjaga toko emas yang baru saja distaroni perampok di Jalan Raya Petok, Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jum'at (14/3/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KEDIRI, KOMPAS.com - Saat terjadi perampokan, peralatan keamanan dari toko emas Sumber Rejeki di Jalan Raya Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (14/3/2014) malam, cukup minim. Indikatornya, perampok sangat mudah beraksi.

Selain itu, tak ada kamera pengawas di toko itu. Sementara meja etalase untuk memajang perhiasan pun hanya berlapis kaca tanpa ada teralis besi. Meskipun kaca tersebut cukup tebal tetapi gampang dipecah menggunakan senjata tajam yang dibawa perampok.

Kapolres Kediri Kota, Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi mengatakan kepolisian sudah mengimbau para pemilik toko emas untuk melengkapi peralatan keamanan toko. "Namun pemilik belum sempat mengganti, sudah keburu kejadian (perampokan)," kata dia di lokasi perampokan.

Selain minimnya alat keamanan, kata Budhi, para perampok diduga telah mempelajari situasi lingkungan tempat kejadian. Sebab, pelaku beraksi saat pemilik toko sedang shalat maghrib. "Kebetulan toko juga tetap buka, padahal biasanya jam segitu sudah tutup," imbuh dia.

Usai perampokan itu, kata Budhi, kepolisian mengerahkan sejumlah personel mengejar para pelaku. Pengadangan dilakukan di sejumlah ruas jalan. Dilakukan pula pemantauan di tempat-tempat layanan kesehatan karena salah satu tangan pelaku terluka terkena serpihan kaca saat beraksi.

Sebelumnya diberitakan, empat perampok bersenjatakan pistol menyatroni toko emas Sumber Rejeki, Jumat petang. Jumlah kerugian belum dapat dipastikan, masih dihitung oleh pemilik toko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X