Kompas.com - 12/03/2014, 14:01 WIB
Pesawat komersil terbang sebelum Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA MELVINAS PRIANANDAPesawat komersil terbang sebelum Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Kabut asap kiriman dari Provinsi Riau sempat mengganggu penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Fatmawati, Bengkulu, Rabu (12/3/2014). Penerbangan pun dialihkan ke provinsi tetangga.

"Dua penerbangan sempat dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, karena langit Bengkulu tertutup kabut asap," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu Eko Agusrianto.

Ia mengatakan, dua penerbangan yang sempat dialihkan ke Bandara SM Badaruddin tersebut adalah pesawat milik maskapai Garudan dan Lion. Keduanya merupakan penerbangan pagi dari Jakarta menuju Bengkulu. Jadwal penerbangan perdana Jakarta-Bengkulu diterbangi Garuda yang seharusnya mendarat di Bengkulu pukul 08.00 WIB.

"Pesawat sudah tiba di wilayah Bengkulu tapi tidak bisa mendarat karena jarak pandang hanya 200 meter terpaksa mendarat di Bandara SM Badaruddin," ucapnya.

Salah seorang penumpang pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA 296 Edy Waluyo saat dihubungi dari Bengkulu mengatakan informasi yang diperolehnya dari kru pesawat bahwa jarak pandang hanya 200 meter.

"Informasi yang kami terima, jarak pandang di Bandara Fatmawati hanya 200 meter jadi tidak bisa mendarat, terpaksa ke Palembang," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu ini.

Kepala Seksi Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pulau Baai, Bengkulu, Sudiyanto, membenarkan bahwa pada Rabu pagi kabut asap cukup tebal di langit Bengkulu.

"Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan di Riau, terbawa angin tenggara ke wilayah Bengkulu," katanya.

Namun, semakin siang, kata dia, cuaca cukup cerah dengan jarak pandang saat ini sudah lebih dari 1 kilometer dan sudah aman untuk penerbangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.