Kompas.com - 04/03/2014, 19:51 WIB
Ilustrasi: Narkoba
HANDININGIlustrasi: Narkoba
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Kedapatan menyimpan sabu di celana dalam, S (17), seorang siswi SMA di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir nasional.

Kasubag Humas Kepolisian Resor Nunukan, Aipda M Karyadi mengatakan, sabu-sabu seberat 1,19 gram ditemukan di balik dalaman S saat ditangkap anggota Reskrim Kepolisian Sektor Sebatik.

“Barang bukti disembunyikan di pakaian dalam si S ini saat ditangkap Rabu (26/2/2014) kemarin. Sekarang S dilimpahkan ke Kepolisian Resor Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sangat disayangkan karena S ini baru berumu 17 tahun dan pelajar kelas tiga yang mau menghadapi UN," jelas M Karyadi, Selasa (4/03/2014).

Karena S merupakan pelajar sekolah yang akan mengikuti ujian akhir nasional, pihak Polres Nunukan akan memberikan kelonggaran agar S bisa kembali mengikuti pelajaran di sekolahnya jika ada jaminan dari pihak sekolah.

"Sebetulnya pihak kepolisian bisa memberikan kelonggaran pelaku tersebut apabila pihak sekolah ada yang menjamin, diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran kembali mengingat S ini akan mengikuti ujian akhir nasional. Tapi sampai saat ini belum ada pihak sekolah yang meminta ke kepolisian. Kalau orangtuanya berharap agar anaknya bisa ikut ujian," jelas M Karyadi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Kepolisian Resor Nunukan akan menjerat S dengan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal empat tahun penjara.

"Narkotika ini merupakan Undang-undang lekspesialis, walaupun statusnya dia masih di bawah umur, mungkin nanti dari pengadilan akan mempertimbangkan mengenai hukumannya, maka sepertiga dari hukuman umum kita serahkan kepada kejaksaan dan pengadilan," katanya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak KPA Kabupaten Nunukan mengaku akan berupaya agar S bisa mengikuti ujian akhir sekolah.

“Kita akan upayakan supaya S bisa mengikuti ujian akhir nasional. Jangan sampai S sudah tertimpa masalah ini malah dikeluarkan dari sekolah. Seburuk-buruknya, dia bisa mengikuti ujian di Kepolisian Resor Nunukan. Masa depan dia masih panjang,” jelas Fajar Arsidana, Ketua KPA Kabupaten Nunukan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.