Kompas.com - 18/02/2014, 16:08 WIB
Ilustrasi korupsi KOMPASIlustrasi korupsi
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com - Ir Abd Majid Dollah, kontraktor asal Kolaka, Sulawesi Tenggara mendekam di rumah tahanan kelas II B Kolaka. Ia menjadi tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Kolaka.

Kejaksaan Negeri Kolaka sendiri telah menetapkan Majid Dollah sebagai tersangka kasus korupsi dana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp 6 miliar. Karena dikhawatirkan akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti saat proses penyidikan berlangsung, maka yang bersangkutan ditahan.

Pelaksana tugas harian Kejaksaan Negeri Kolaka, R Haikal menegaskan bahwa penahanan Majid Dollah telah melalui proses hukum yang berlaku. Dia berharap tersangka dapat bekerja sama dengan penyidik.

“Tersangka ini kita titip di rutan Kolaka sebagai tahanan kami hingga menuggu proses selanjutnya, termasuk proses persidangan. Kita tahan supaya dia tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri,” jelas Haikal, Senin (17/2/2014).

Menurutnya, Kejaksaan tidak berhenti dengan penetapan satu tersangka dari kalangan kontraktor saja. Apabila dalam perkembangan penyidikan, kasus ini melibatkan orang lain, maka tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.

Di tempat yang sama, dua jaksa dari Kejari Kolaka, Irna Indira dan Aditya mengungkapkan hal yang sama. “Sebelum kita jebloskan ke rutan, tadi pagi tersangka ini kita bawa ke rumah sakit Kolaka untuk diperiksa kesehatannya. Setelah dinyatakan sehat oleh tim dokter, maka berkas penahanannya kita lengkapi dan selanjutnya kita titip di rutan,” jelas Aditya.

Irna menambahkan, dalam proses pemeriksaan terhadap Majid Dollah, pihaknya juga menghadirkan saksi yang meringankan. “Saksi yang meringankan itu tidak menututp kemungkinan akan hadir dalam persidangan nanti,” cetusnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Majid Dollah adalah orang yang ketiga ditetapkan tersangka dan ditahan dalam kasus yang sama. Sebelumnya, tim Kejaksaan Negeri Kolaka menahan dua orang tersangka kasus korupsi Rp 6 miliar, yaitu Zulkifli Tahrir dan Samsul Bahri. Zulkifli saat itu menjabat sebagai kepala BPBD Kolaka, dan Samsul Bahri, mantan kepala bidang pengarian Kolaka.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kolaka menganggap tiga orang ini paling bertanggung jawab atas dugaan korupsi proyek pembuatan talud pemecah ombak yang merugikan negara sebesar Rp 6 miliar.

Proyek pembangunan talud pemecah ombak dilaksanakan di Desa Babarina dan Iwoimendaa, Kolaka. Belum juga talud itu difungsikan, konstruksi bangunan telah rubuh.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) proyek ini sama sekali tidak bermanfaat untuk masyarakat dan tidak sesuai peruntukannya. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 6 miliar.

“Hitungannya los. Jumlah dananya Rp 6 miliar, maka kerugian negara juga senilai itu. Ini hasil dari BPKP, bukan dari kami. Dan hitungan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucap Kajari Kolaka, Wahyudi, beberapa waktu lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.