Wali Kota Magelang Ikut Kerja Bakti Bersihkan Abu Kelud

Kompas.com - 17/02/2014, 22:16 WIB
Suasana jalanan di wilayah Gamping, DI Yogyakarta, Jumat (14/2/2014) pagi akibat hujan abu Gunung Kelud yang meletus pada Kamis pukul 23.50 WIB. SALASI DAROJAHSuasana jalanan di wilayah Gamping, DI Yogyakarta, Jumat (14/2/2014) pagi akibat hujan abu Gunung Kelud yang meletus pada Kamis pukul 23.50 WIB.
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Meski berjarak ratusan kilometer dari Gunung Kelud, Kota Magelang, Jawa Tengah, juga terdampak abu vulkanis letusan gunung tersebut. Hampir seluruh wilayah itu diselimuti abu dengan ketebalan sekitar 2 sentimeter.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas warga Magelang. Oleh karena itu, guna mengurangi volume abu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bersama warga mengadakan kerja bakti massal membersihkan tumpukan abu.

Kerja bakti dilaksanakan di sepanjang jalan protokol, fasilitas umum, perkantoran, dan beberapa lokasi lainnya.

"Saya perintahkan kepada dinas terkait untuk segera tanggap. Misalnya untuk jajaran Dinas Pekerjaan Umum, harus memberikan fasilitas air mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk membantu menyemprot abu yang bertebaran dan menumpuk di jalan,” kata Sigit, di sela-sela pembersihan, Senin (17/2/2014).

Tak hanya memerintah, sebagai orang nomor satu di kota sejuta bunga ini, Wali Kota bersama Dandim 0705 Magelang, sejumlah pejabat pemkot, serta beberapa anggota TNI terjun langsung membersihkan abu di sekitar Alun-alun dan Jalan Pemuda dengan dibantu mobil damkar.

Sigit pun tak segan mengajak langsung warga dan pemilik toko di sekitar lokasi tersebut untuk ikut membersihkannya. “Penyemprotan dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat, kalau tidak segera dibersihkan bisa mengganggu kesehatan serta aktivitas ekonomi di Kota Magelang. Mudah-mudahan saja beberapa hari ke depan, aktivitas di Kota Magelang bisa kembali normal,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkot Magelang, Sutomo Herianto, mengatakan, sehari pasca-letusan Gunung Kelud, pihaknya langsung mengerahkan beberapa mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot abu vulkanis yang menyelimuti Alun-alun Kota Magelang dan jalan protokol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sutomo memperkirakan, upaya pembersihan bisa berlangsung cukup lama karena abu vulkanis yang menyelimuti Kota Magelang cukup tebal sehingga diperlukan pasokan air yang tidak sedikit.

Beruntung dua hari terakhir hujan deras mengguyur Kota Magelang yang setidaknya membantu mengurangi volume abu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.