Kompas.com - 17/02/2014, 14:41 WIB
Warga di desa Pandansari, Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (17/2/2014) mulai bersih-bersih rumah dan memberi pakan ternaknya. KOMPAS.com/Yatimul AinunWarga di desa Pandansari, Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (17/2/2014) mulai bersih-bersih rumah dan memberi pakan ternaknya.
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Warga korban abu vulkanik letusan Gunung Kelud, di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Senin (17/2/2014) pagi mulai memperbaiki rumah dan merawat ternaknya.

Namun, warga masih kesulitan mendapatkan pakan ternak. "Ada bantuan, tapi tidak cukup. Warga rebutan tadi saat ada bantuan rumput untuk pakan ternak," kata Mismo, saat ditemui di kandang sapinya, Senin (17/2/2014).

Mismo termasuk salah seorang warga yang pulang untuk merawat ternak. "Nanti sore kalau kabut sudah datang kita kembali lagi ke pengungsian," katanya.

Puluhan warga di Dusun Mucung, Desa Pandansari terlihat serentak memperbaiki dan membersih rumah masing-masing. Walau kondisi rumahnya sudah hancur, warga tetap membersihkan abu yang ada di atap rumahnya.

"Walaupun rusak tetap saya perbaiki. Harapan saya pemerintah membantu untuk memperbaiki rumah warga. Sekarang ini, warga butuh bantuan makanan dan pakan untuk ternak," katanya.

Hal yang sama dilakukan Parman (40) dan Murni (36) istrinya. Keduanya hanya bisa melihat kondisi rumahnya yang sudah rusak parah. "Sebenarnya dua hari warga sudah siap-siap untuk mengungsi. Tapi tak ada peringatan dari pemerintah. Tak ada pemberitahuan. Akhirnta evakuasi terlambat. Kalau di Kediri sudah evakuasi duluan," keluh Parman.

Parman mengaku, beberapa jam sebelum Kelud meletus, pihak pemerintah masih rapat. "Belum selesai rapat gunung sudah meletus. Padahal warga sudah bersiap-siap mengungsi," katanya.

Saat ini warga hanya berharap, bantuan logistik karena mulai memperbaiki rumahnya. "Saat ini cari minum saja susah. Makanan apalagi. Bantuan hanya dipusatkan ke posko pengungsian. Seharusnya disalurkan langsung ke rumah warga yang sedang bersih-bersih rumah," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.