Terpapar Hujan Abu, Petani Diimbau Panen Lebih Awal

Kompas.com - 14/02/2014, 14:49 WIB
DZUL AZMI Suasana di tengah Kota Yogyakarta, Jumat (14/2/2014) pagi akibat hujan abu letusan Gunung Kelud yang dipotret anggota komunitas Wahdah Jogja, Dzul Azmi.
UNGARAN, KOMPAS.com — Hampir sebagian besar dari 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Semarang, Jumat (14/2/2014), dilanda hujan abu akibat erupsi Gunung Kelud.

Terkait hal itu, Bupati Semarang Mundjirin telah menginstruksikan sejumlah SKPD, seperti BPBD, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memetakan wilayah terpapar debu vulkanik.

Sementara Kepala Dinas Pertanian telah diminta pula melakukan kajian terhadap dampak kimiawi pada tanaman pertanian.

Bupati berharap abu vulkanik tidak memengaruhi kualitas produksi pertanian di wilayahnya.

“Kami belum bisa memastikan apakah abu Gunung Kelud ini sama dengan abu vulkanik Merapi yang sudah mematikan tanaman hortikultura. Karenanya, perlu diteliti. Kalau sudah bisa dipanen, segera dipanen saja. Semoga hujan bisa mengurangi dampak negatif terhadap tanaman,” kata Bupati, Jumat (14/2/2014) siang.

Bupati juga meminta warga yang beraktivitas di luar rumah untuk mengenakan masker dan menyalakan lampu jika mengendarai kendaraan bermotor.

“Masker sangat penting guna mengantisipasi gangguan kesehatan atas dampak abu vulkanik ini,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, hujan abu yang melanda sejak Jumat pagi sempat mengganggu aktivitas masyarakat.

Seperti yang terlihat di Pasar Jimbaran dan Pasar Bandungan, suasana terlihat lengang karena pembeli sepi.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Regional
PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

Regional
Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Regional
Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Regional
Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Regional
Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Regional
Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Regional
Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Regional
2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Regional
Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Regional
Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Regional
Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Regional
Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Regional

Close Ads X