Kompas.com - 13/02/2014, 14:18 WIB
Aliyanto atau yang akrab dipanggil Ali dengan sepeda onthel dan baju karung goninya. KOMPAS.com/ Eviera Paramita SandiAliyanto atau yang akrab dipanggil Ali dengan sepeda onthel dan baju karung goninya.
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com – Pernahkah anda membayangkan pelesiran ke luar kota menggunakan sepeda tua? Mungkin sebagian dari kita merasa berat untuk menempuh perjalanan jauh, hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dan memakan waktu puluhan jam dengan mengayuh sepeda tua. Namun tidak bagi Aliyanto.

Aliyanto atau yang akrab dipanggil Ali (28), seorang karyawan di perusahaan Batu Alam yang mempunyai hobi bersepeda menempuh perjalanan jauh dengan sepeda. Pun yang digunakan adalah sepeda onthel.

Setelah ratusan kilometer mengayuh sepeda dari Jember ke Denpasar selama 19 jam, tak terlalu terlihat gurat-gurat kelelahan di wajahnya. Ia tampak bugar dan bersemangat. Padahal jarak dari Jember ke Denpasar kurang lebih 254 kilometer.

Belum lagi, Ali harus melewati hutan ketika malam dan menyeberang laut. Layaknya musafir ia hanya berhenti di kantor polisi di sepanjang jalan yang ia lewati. Total ada 15 polsek yang ia singgahi.

Di setiap polsek tidak lupa ia meminta tanda tangan di buku kecilnya untuk membuktikan bahwa ia benar-benar mengendarai sepeda onthel ke luar kota.

“Kadang tetangga sama teman-teman enggak percaya saya ngonthel makanya minta stempel dari setiap polsek untuk membuktikan kalau saya beneran ngonthel," ujarnya sambil memperlihatkan sebuah buku berisi tanda tangan dan stempel dari beberapa kantor kepolisian.

Hobi mengendarai sepeda tua ini bermula ketika ia duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama di Jember. Ali tertarik ketika melihat seseorang berkendara santai dengan sepeda kuno di jalanan, sejak itu ia mulai mencoba mengendarai sepeda onthel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya dulu lihat orang-orang itu naik sepeda onthel kok kayaknya enak, asik gitu, makanya saya pengen nyoba rasanya naik sepeda onthel, kalo sepeda kebo kan antik kayak jaman penjajahan dulu,” kenang Ali dengan logat khas Madura.

Sepanjang 17 tahun dia menekuni hobinya ini, ia sudah berkeliling ke Mojokerto, Tuban, Bandung, Yogyakarta, Gresik, Ponorogo dan Denpasar. Bersama 15 orang rekan-rekannya yang tergabung dalam komunitas sepeda tua “O’Djapid” (Onthelis Djava Primitive Djember) ia pernah bersepeda paling jauh ke Ponorogo dengan waktu tempuh 23 jam nonstop. 

Ali mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum bersepeda. Namun hanya meminta izin dari orangtua serta persiapan emosi.

“Cuma didoakan semoga di jalan tidak ada apa-apa dari orangtua dan saudara, waktu ngontel jauh-jauh enggak pernah emosi. Kalau kita emosi akan cepat capek makanya pikiran kita harus rileks dan santai," ungkapnya.

Ia dan komunitasnya menerapkan gaya hidup yang sederahana dan apa adanya. Dalam perjalanannya ke Denpasar kali ini, ia pergi untuk mengikuti karnaval sepeda tua yang diadakan oleh KOSTI atau Komunitas Sepeda Tua Indonesia.

Ia hanya membawa beberapa pakaian dan perlengkapan seadanya seperti tikar, dan alat masak sederhana. Sebab, mereka hanya bermalam di sebuah tenda kecil yang terletak di Lapangan Puputan Badung–Denpasar.

Pakaian yang digunakan pun sederhana, namun unik yaitu karung goni. Karung Goni dimaknai sebagai simbol “kembali ke jaman kuno” atau jaman penjajahan di Indonesia.

Pria yang bermimpi agar kelak bisa bersepeda keliling Indonesia ini mengaku tidak tertarik dengan hobi berkendara sepeda motor dengan kebut-kebutan seperti tren saat ini.

“Harapannya  yaa tetap harus dipertahankan sepeda kuno itu jangan sampai kita menghilangkan sejarah sepeda kuno itu, karena itu akan menunjukkan bahwa kita pernah punya budaya dengan sepeda ontel," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.