Kompas.com - 12/02/2014, 10:55 WIB
Aktivitas penambangan pasir di Kali Badak di sebelah barat Gunung Kelud, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2011). Kali ini merupakan aliran terbesar lahar Gunung kelud. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATAktivitas penambangan pasir di Kali Badak di sebelah barat Gunung Kelud, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2011). Kali ini merupakan aliran terbesar lahar Gunung kelud. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com — Selain pengungsi manusia, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Gunung Kelud juga mengurusi ternak. Hewan piaraan warga yang diungsikan meliputi sapi dan kambing.

Komandan Kodim 0809 Kediri sekaligus Insider Commander Satlak PB, Letkol Heriyadi, mengaku telah menyusun skema penanganannya.

Menurut dia, hasil inventarisasi akhir, tercatat ada 8.000 hewan ternak yang akan diungsikan. Skenario pengungsiannya, sedari awal ternak-ternak tersebut telah diberikan tanda oleh pemiliknya.

Tanda-tanda tersebut diusahakan mudah dikenali dan tidak mudah hilang. Proses pengungsiannya, kata dia, ada dua cara, yaitu menggunakan kendaraan yang menjemput dari lokasi ke titik pengungsian, juga dengan cara penggiringan.

"Kita sudah siapkan personel khusus yang bertanggung jawab di tiap titik evakuasi," kata Letkol Heriyadi, Rabu (12/2/2014).

Sementara soal pakan ternak selama pengungsian, ia menambahkan, akan didukung oleh satker terkait, seperti Dinas Peternakan Pemkab Kediri.

Dinas Peternakan, menurutnya, sudah mempunyai rencana penanganannya. "Nanti rencananya akan ada pakan dari rumput maupun konsentrat sebagai pengganti pakan alami," tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan Sri Suparmi mengaku mewacanakan pemberian pakan tambahan tersebut. Namun, menurutnya, hal itu disesuaikan dengan kondisi lapangan. "Ada beberapa rencana," kata Sri Suparmi.

Status Gunung Kelud meningkat dari Waspada menjadi Siaga per tanggal 10 Februari 2014. Segenap elemen menyiapkan skenario penanggulangan bencana yang mungkin terjadi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.