Kehidupan Si "Kucing", Pekerja Seks Biseksual di Kota Malang

Kompas.com - 12/02/2014, 07:27 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com — Pekerja seks komersial (PSK) laki-laki yang siap melayani perempuan dan juga laki-laki populer di Kota Malang dengan sebutan "kucing".  Konon, operasi si "kucing" di wilayah Malang mulai terdengar sejak tahun 2011 lalu. Namun, komunitas ini melakukan operasinya secara tersembunyi.

"Saya berprofesi 'kucing' sejak berada di Bandung selama tiga tahun. Setelah dari Bandung, pindah ke Surabaya karena diajak teman seprofesi," cerita DE, kepada Kompas.com, di sebuah kafe di Kota Malang, Senin (10/2/2014) malam.

Pria yang kini sudah berumur 36 tahun itu mengaku, sebelum berprofesi sebagai "kucing", awalnya ia masuk di dunia gay.

"Dari dunia gay itu, mulai banyak 'pesanan', baik dari kaum laki-laki dan juga perempuan," kata pria yang berkulit putih, berambut pendek ini.

Karena ada persoalan dengan teman profesinya, DE lantas pindah beroperasi ke Surabaya bersama SF, teman seprofesi lainnya.

Di Surabaya, DE dan SF malah menemukan tempat yang nyaman. "Karena di sana sudah ada perkumpulannya seprofesi," katanya, dengan tak mau menyebutkan nama perkumpulan di Surabaya itu.

Laris
Selama di Surabaya, DE tergolong "laris manis". Tak sedikit uang yang didapat dari profesi yang digelutinya. "Sekali melayani tamu, tarif tertinggi Rp 500.000. Paling rendah Rp 300.000. Dalam sebulan, saya bisa memperoleh uang Rp 6 juta, bahkan lebih," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awal mula DE masuk dunia itu ialah karena terpengaruh dengan ajakan teman. "Sebenarnya, saya normal, layaknya laki-laki biasa. Tapi, karena ajakan teman-teman gay di Bandung, untuk melayani laki-laki, saya masuk pada dunia itu. Sebagai tambahan penghasilan, saya juga melayani kebutuhan seks perempuan," kata dia.

Namun, yang mendorong pria lulusan fakultas ekonomi di salah satu universitas di Bandung ini untuk masuk ke bisnis ini adalah kisah putus cinta dengan pacarnya.

"Saya kecewa dengan perempuan, yang saat itu jadi pacar saya. Hal itu faktor utama saya masuk dunia 'kucing'," akunya.

Kini, di Malang, DE sudah memiliki banyak teman seprofesi. Namun, dia enggan menyebutkan tempat mangkal mereka saat malam hari.

"Rahasia soal mangkal saya. Yang jelas, sering keluar masuk diskotik dan hotel karena transaksinya di diskotik dan mainnya di hotel," kata pria yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

(Bersambung)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.