Badan Geologi Minta Dua Kampung di Bandung Barat Dikosongkan

Kompas.com - 06/02/2014, 21:38 WIB
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Beberapa perangkat desa membantu menyisir korban diantara longsoran Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (25/3/2013). Peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 5.30 ini mengakibatkan 10 warga tewas, enam luka berat, dan 7 warga lain masih dalam pencarian karena masih tertimbun longsor.

BANDUNG, KOMPAS.com - Hasil kajian Badan Geologi menyatakan dua kampung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tidak layak huni karena ada potensi besar pergerakan tanah yang membahayakan warga.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Badan Geologi merekomendasikan kepada Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Bandung Barat untuk segera mengosongkan permukiman warga di Kampung Cikalong dan Lampegan, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat.

Kondisi tersebut diamini oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Yendra Widiesa. "Lokasi tersebut sudah tidak layak huni karena berpotensi terus terjadi longsor. Tanahnya sangat labil," kata Yendra di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/2/2014).

Lebih lanjut Yendra menambahkan, level gerakan tanah di dua kampung itu termasuk gerakan tanah potensi menengah hingga tinggi. Jika curah hujan di atas normal terjadi di daerah yang berada di pinggir tebing atau lereng bukit, maka tanahnya menjadi rawan longsor.

Kendati demikian, Badan Geologi belum menetapkan lokasi mana yang aman sebagai tempat relokasi warga. Menurut Yendra, untuk menentukan lokasi yang aman diperlukan penelitian terlebih dahulu. "Perlu koordinasi juga dengan desa maupun dengan pemkab. Dari mana nanti dana untuk lahannya," tuturnya.



Terkini Lainnya

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Regional
Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Regional
SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

Regional
Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Regional
Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Regional
4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

Regional
Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Regional
Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Regional
Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Regional
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Regional
Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Regional
'Rock Balancing Art', Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

"Rock Balancing Art", Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

Regional
'Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya'

"Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya"

Regional
KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

Regional

Close Ads X