Kompas.com - 29/01/2014, 20:44 WIB
Warga melihat proses pencarian hari kedua korban longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Rabu (29/1/2014). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimWarga melihat proses pencarian hari kedua korban longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Rabu (29/1/2014).
|
EditorFarid Assifa

JOMBANG, KOMPAS.com - Meski aparat kepolisian telah melakukan sterilisasi akses masuk lokasi bencana tanah longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, tidak membuat warga surut menonton.

Polisi melakukan barikade di lokasi hingga dua lapis, yaitu titik akses masuk desa serta titik menuju lokasi. Sehingga warga yang hendak melihat langsung ke lokasi, harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer.

Hal itu rupanya dimanfaatkan sebagian warga lainnya untuk meraup uang. Mereka membuka jasa penitipan sepeda motor dengan tarif antara Rp 1.000 hingga Rp 5.000 untuk satu motor.

"Saya tadi parkir motor, bayar Rp 5.000," kata Abdurrahman, seorang pengunjung asal Kecamatan Diwek, Jombang pada Kompas.com, Rabu (29/1/2014).

Jasa penitipan sepeda tersebut menjadi usaha yang menguntungkan. Abdurrahman menuturkan, lokasi parkir penuh dengan sepeda motor di beberapa titik. "Banyak yang parkir sampai lokasinya penuh," katanya.

Wendi, pengunjung lainnya mengaku membayar parkir Rp 1.000. Dia juga mengaku datang dari Ngoro hanya untuk melihat secara langsung lokasi bencana dan pencarian korban longsor. Sebelumnya ia hanya mendengar dari cerita temannya, ataupun dari pemberitaan di media saja.

Selain membuka lahan parkir, warga sekitar lokasi bencana juga terlihat memanfaatkan momentum itu dengan membuka jasa ojek. Dengan jarak tempuh 3 kilometer, mereka mematok tarif Rp 5.000 sekali jalan.

Longsor di Desa Ngrimbi, Jombang terjadi pada Selasa (28/1/2014) dini hari, dan menimpa 5 rumah. Sebanyak 16 orang menjadi korban dengan rincian 2 selamat, 7 tewas. Hingga saat ini masih ada 7 korban lainnya yang diduga masih tertimbun longsor dan masih dalam pencarian petugas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.