KSAD: Heli Bell Mendarat Darurat akibat Diterjang Hujan Lebat

Kompas.com - 23/01/2014, 09:45 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman saat memebrikan keterangan pers kepada wartawan di Markas Kodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013) petang. Kompas.com/ Rahman PattyKepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman saat memebrikan keterangan pers kepada wartawan di Markas Kodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013) petang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Helikopter TNI yang terbang di kawasan pedalaman dan sempat dinyatakan hilang kontak masih bernasib baik. Helikopter jenis Hely Bell 412 EP/HA-5166 milik TNI AD ini mendarat darurat di daerah Long Sulin, daerah antara Tarakan dan Long Bawan di pedalaman Kalimantan Timur.

Heli terpaksa mendarat di sana lantaran dihantam cuaca buruk selagi dalam perjalanan dari Tarakan ke Long Bawan. “Murni faktor cuaca. Saat itu cuaca sangat buruk sehingga pilot memutuskan untuk mendarat di Long Sulin. Saat ini saja masih hujan deras,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman di Rumah Jabatan Pangdam VI Mulawarman di Balikpapan, Kaltim, Kamis (23/1/2014).

Heli terbang sambil membawa pilot, kopilot, seorang teknisi heli, serta tujuh personel Yonif Raiders 100. Heli terbang dari Tarakan menuju Long Bawan. “Cuaca mendadak buruk sesampai di daerah Long Bawan. Pilot memutuskan kembali ke Tarakan. Tetapi, selagi menuju ke Tarakan, langit gelap. Pilot pun segera memutuskan untuk mendarat darurat,” kata Budiman.

Saat ini pun cuaca di kawasan heli mendarat masih hujan deras. “Sekarang saja masih hujan deras. Heli akan kembali ke Tarakan setelah cuaca membaik. Dan setelah cuaca membaik ini, kita akan mengirim kembali prajurit ke daerah yang semestinya,” kata Budiman.

Diungkapkan sebelumnya, Hely Bell 412 EP/HA-5166 milik TNI AD berangkat dari Bandara Juata pada pukul 13.15 Wita dengan tujuan Bandara Long Bawan, Kecamatan Krayan. Pada pukul 13.53 Wita, dilaporkan heli masih terpantau di radar Bandara Malinau.

Namun, pada pukul 14.00 Wita, kontak dengan kopilot Hely Bell 412 dilaporkan menghilang. Heli mengangkut tujuh anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Satgas Pamtas Indonesia Malaysia dari Yonif 100/Raider.

Para prajurit ini ditugaskan untuk mengganti tujuh prajurit lain yang sudah lebih dulu bertugas di Long Bawan. Satgas Pamtas pengganti ini dijadwalkan tiba di Long Bawan pada pukul 16.00. Namun, dalam perjalanannya hilang kontak setelah tengah hari.

Budiman mengungkapkan, TNI segera membuka posko pencarian di Tarakan. “Kami perintahkan Danrem membuka posko pencarian. Bersama Asops, kita mulai melakukan pencarian di seluruh rute penerbangan heli,” katanya.

Hingga akhirnya pagi sekira pukul 07.00, pihak TNI memperoleh kabar dari pejabat di daerah bahwa helikopter mendarat darurat dengan kondisi seluruh penumpang serta awaknya selamat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI Setelah Kontak Tembak dengan KKB

Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI Setelah Kontak Tembak dengan KKB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X