Mimpi Kuliah Akuntansi, Erwiana Malah Sengsara Jadi TKI...

Kompas.com - 21/01/2014, 09:57 WIB
Para buruh migran Indonesia, termasuk para pembantu rumah tangga, di Hongkong, Minggu (19/1/2014), menggelar unjuk rasa menuntut keadilan terkait kasus penyiksaan terhadap Erwiana Sulistyaningsih oleh majikannya. PHILIPPE LOPEZ / AFPPara buruh migran Indonesia, termasuk para pembantu rumah tangga, di Hongkong, Minggu (19/1/2014), menggelar unjuk rasa menuntut keadilan terkait kasus penyiksaan terhadap Erwiana Sulistyaningsih oleh majikannya.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SRAGEN, KOMPAS.com — Bermaksud mewujudkan cita-cita kuliah di jurusan akuntansi dengan menjadi tenaga kerja Indonesia ke Hongkong, Erwiana Sulistiyaningsih (23) justru menderita lahir batin. Di perantauan, hanya kesengsaraan yang dia dapat dari majikannya.

Perempuan kelahiran 7 Januari 1991 ini adalah warga RT 5 RW 3, Dusun Kawis, Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. Erwiana lahir dari keluarga tidak mampu, dari pasangan Rohmad Saputra (48) dan Suratmi.

Ayah Erwiana hanya pekerja serabutan. Keinginannya kuliah harus dipendam dalam karena kondisi ekonomi keluarga. Alasan yang sama mendorong Erwiana mendaftar menjadi pekerja ke Hongkong.

“Sebetulnya dia itu tidak mau menjadi TKI, tapi karena tidak ada biaya dan melihat kondisi perekonomian orangtua, Erwiana mencoba mencari biaya kuliah dengan menjadi TKI,” kata Antik Priswahyudi, anggota Serikat Buruh Migran Hongkong, kepada wartawan di Rumah Sakit Amal Sehat Sragen, Jawa Tengah, Senin (20/1/2014).

Informasi yang didapat Kompas.com, Erwiana mendapatkan informasi untuk menjadi TKI melalui PT Graha Ayu Karsa pada 2012. Berawal dari informasi tersebut, dia berangkat ke Hongkong melalui perusahaan itu pada 27 Mei 2013.

PT Graha Ayu Karsa adalah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia yang beralamat di Balai Latihan Kerja – LN, Jalan Iskanda Muda No 18 (d/h Jalan Beringin Raya), Kelurahan Kedawung Wetan, Kecamatan Neglasari, Tangerang, Banten.

Setelah mengantongi visa kerja, Erwiana berangkat ke Hongkong seorang diri. Di sana, dia bertemu rekanan PT Graha Ayu Karsa yang menunggunya di bandara. Dia pun langsung dibawa menemui majikan yang tinggal di apartemen beralamat di Tong Ming Street, Kowloon, Hongkong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Majikan Erwiana bernama Law Wan Tung. Sejak saat itu, Erwiana bekerja dan tinggal di aparteman Law. Mulai saat itu pula, penyiksaan menjadi keseharian yang dijalani Erwiana. Setiap kesalahan Erwiana harus "dibayar" dengan pukulan memakai alat apa saja di dekat sang majikan.

Menghadapi perlakuan buruk, Erwiana sudah pernah menghubungi agennya. Bukan dibela, apalagi diurus atau dipulangkan ke Indonesia, agen itu meminta Erwiana kembali ke majikannya. Keluhan soal gaji yang disampaikan Erwiana pun tak ditanggapi agennya.

Tahu Erwiana berusaha kabur, perlakuan majikan makin menjadi-jadi. Misalnya, Erwiana hanya mendapat jatah air minum satu botol sehari. Alergi dingin yang diderita Erwiana tak sekali pun mendapatkan pengobatan, apalagi luka akibat penganiayaan majikan.

Tanpa angin maupun hujan, pada 9 Januari 2014, Law memulangkan Erwiana. Dia diantar ke Hong Kong International Airport berbekal selembar tiket pesawat Garuda Indonesia dengan rute sambung Jakarta - Solo.

Tak ada pesan lain dari Law selain ancaman untuk tak menceritakan apa yang Erwiana alami selama bekerja padanya. Bila pesannya dilanggar, Law mengancam akan membunuh orangtua Erwiana.

Semesta masih menyisakan kisah baik. Di bandara, Erwiana bertemu Rianti. Perempuan inilah yang membantu Erwiana pulang sampai ke Ngawi.

Saat di Bandara Hongkong tersebut, Erwiana bertemu dengan Rianti yang akhirnya menolong Erwiana pulang ke Ngawi. Dia juga yang membawa Erwiana ke Rumah Sakit Amal Sehat Sragen untuk mengobati luka-luka Erwiana. Namun, sampai hari ini keinginan Erwiana untuk kuliah di jurusan akuntansi masih tetap sekadar mimpi tak terbeli.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.