Santri di Malang Deklarasi Gerakan Antigolput

Kompas.com - 17/01/2014, 14:30 WIB
Santri di Malang, Jawa Timur, deklarasi Anti Golput jelang Pemilu 9 April 2014 mendatang. Jumat (17/1/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunSantri di Malang, Jawa Timur, deklarasi Anti Golput jelang Pemilu 9 April 2014 mendatang. Jumat (17/1/2014).
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Jelang pemilihan umum (Pemilu), 9 April 2014 mendatang, puluhan perwakilan santri dari berbagai pondok pesantren di Malang, Jawa Timur, mendeklarasikan gerakan santri antigolput. Santri diajak untuk kampanye antigolput dengan landasan memilih pemimpin adalah wajib.

Deklarasi digelar di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (17/1/2014). Hadir dalam acara tersebut puluhan santri yang bersedia menjadi Laskar Santri Anti-Golput. Mereka yang akan melakukan blusukan ke seluruh pesantren di Malang, mengkampanyekan santri anti golput.

Sebelum deklarasi, digelar diskusi "Gurita Politik Jelang Pemilu 2014" yang dihadiri doktor komunikasi politik, Anang Sudjoko D.Comm, lulusan University of South Wales Australia.

Menurut Anang, kinerja dan kiprah negatif politisi saat ini, cukup berdampat pada gairah rakyat untuk tidak mencoblos saat Pemilu. "Karena politisi banyak tersangkut kasus korupsi dan setelah terpilih tak peduli rakyat. Akhirnya, rakyat kecewa dan malas mau datang ke TPS nantinya," katanya.


Anang berpendapat, pendeklarasian gerakan tersebut akan berdampak positif. "Seharusnya KPU tak hanya menyisir dan mengajak pemilih pemula. Tapi peran serta santri harus juga diperhatikan," katanya.

Sementara itu, Irfan Anshori, penggagas gerakan santri antigolput mengatakan, bahwa gerakan itu setelah melihat banyaknya santri yang tak ikut serta dalam Pemilu.

"Santri selama ini bukan golput. Tapi mereka tidak difasilitasi bagaimana bisa memilih. Selama ini, KPU juga tak menyediakan TPS di dalam pondok pesantren," katanya.

Yang selama ini ada di TPS tambah Irfan, hanya di rumah sakit, rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan. "Padahal pesantren juga ada santri yang punya hak pilih. Makanya kita ingin menggerakkan santri tidak golput. Landasannya, pemilih pemimpin dalam agama itu wajib hukumnya," katanya.

Sementara menurut Tomi, santri yang menjadi Laskar Gerakan Santri Anti Golput mengatakan, bahwa dalam Islam memilih pemimpin itu hukumnya wajib. "Jika santri golput, maka hukumnya dalam Islam tidak boleh. Karena memilih pemimpin wajib," katanya.

Dari itu, santri dari beberapa pesantren di Malang menjadi pelopor santri anti golput. "Kita siap jadi laskar gerakan santri golput," kata Tomi, santri di Pondok Pesantren Al Hikmah Lil Muttaqin, Bululawang, Kabupaten Malang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X