Mantan Bupati Karanganyar Juga Dijerat TPPU

Kompas.com - 08/01/2014, 18:13 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Jawa Tengah Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (30/12/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Jawa Tengah Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (30/12/2013)
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Selain dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi, mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pada kasus ini, Rina juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Kasus ini juga masih dalam proyek yang sama yakni bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementrian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008 sebesar Rp 35 miliar.

Penetapan tersangka didasarkan pada surat perintah penyidikan dengan Nomor Print: 01/O.3/F.d.2/01/2014 tertanggal 8 Januari 2014. "Selain korupsinya juga dijerat TPPU, sementara ini, penyidik sedang menyusun kontruksi hukumnya," ujar Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Masyhudi, Rabu (8/1/2014).

Ia mengatakan pada kasus ini, Rina bisa dijerat dengan pasal berlapis. Pertama, pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Dia bisa juga dijerat dengan pasal 5 UU yang sama dengan ketentuan ancaman maksimal lima tahun dan denda Rp 1 miliar. Selain itu juga tengah dikaji pasal 3 pada undang-undang yang sama. "Ini masih dikaji, nanti prosesnya satu berkas dengan kasus korupsinya," ujarnya.

Ia mengatakan, meskipun pihak Rina menyangkal semua tuduhan tersebut, Kejati memiliki cukup bukti untuk menetapkan Rina sebagai tersangka. "Pada siapapun kita hati-hati sekali dalam menetapkan status hukum seseorang terlebih lagi ini pada kepala daerah. Kita punya bukti kuat jika sudah ditetapkan tersangka," tuturnya.

Selain sudah dilakukan pencekalan, sejumlah aset milik Rina juga sudah disita. Aset tersebut seperti mobil, tanah serta bangunan milik tersangka yang ada di Karanganyar maupun di luar daerah Karanganyar.

"Kalau berapa jumlahnya belum dirinci karena NJOP tanah dan bangunan terus berkembang," ujarnya.

Sementara itu pihak Rina melalui kuasa hukumnya Slamet Yuono menyangkal keterlibatan Rina dalam kasus ini. Ia justru meminta jika tidak ada bukti kuat keterlibatan Rina, Kejati harus berani menghentikan perkara ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X