Operasi Balik "Perawan" Picu Peningkatan Seks Bebas?

Kompas.com - 05/12/2013, 20:56 WIB
Ilustrasi keperawanan foterIlustrasi keperawanan
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com
 — Memperbaiki bentuk vagina menjadi kembali seperti perawan dengan jalan operasi vaginoplasty menjadi pro kontra di kalangan masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur. Tidak sedikit yang beranggapan operasi tersebut adalah kegagalan mencari jati diri. Namun, ada sebagian yang menyetujui bahkan mendukung operasi balik "perawan" ini.

Salah seorang mahasiswa S-3 di Malaysia yang kebetulan sedang berlibur di Samarinda, Akbar Ciptanto, menilai bahwa operasi vaginoplasty tidak baik dilakukan. Sebab, hal ini akan mendorong laju peningkatan seks bebas, terutama para remaja. Mereka akan menganggap enteng persoalan tidak perawan. Jika ini terjadi, operasi vaginoplasty akan menjadi solusi atas ketidakperawanan saat hendak menikah nanti.

“Operasi tersebut tidak baik, sebab menjadi solusi bagi mereka yang sudah tidak perawan. Bukan itu saja, para gadis remaja bisa tidak mempertahankan keperawanan mereka. Sebab jika kelak calon suami mempermasalahkan soal keperawanan, mereka tinggal operasi saja,” jelasnya, Kamis (5/12/2013).

Di tempat yang sama, Edi Zom Santoso mengungkapkan, kehidupan harmonis rumah tangga tidak serta merta didukung dari kehidupan ranjang saja. Jika ingin membahagiakan suami, cukup dengan menjadi istri yang baik. Kalau merasa tidak percaya diri dengan kondisi vagina, tidak perlu gelisah sebab suami tidak akan berselingkuh jika istrinya baik.

“Meski niatnya untuk membahagiakan suami dan harmonisasi kehidupan ranjang, tetapi saya rasa operasi tersebut tidak perlu dilakukan. Suami tidak akan selingkuh dari istri yang baik. Suami akan sayang dengan istri yang menjaga keharmonisan rumah tangganya meski tidak dengan operasi,” tegasnya.

Pendapat serupa disampaikan Ali. Dia menegeaskan bahwa operasi vaginoplasty adalah sesuatu yang haram. “Operasi itu mengubah ciptaan Tuhan, kenapa tidak mensyukuri saja apa yang sudah diberikan Tuhan?” ujarnya.

Berbeda dengan Fajri Alfaroby, bapak satu anak ini setuju dengan operasi perawan sebab niat tersebut demi membahagiakan suami. Menurutnya, suami pasti akan senang jika istri benar-benar melakukan operasi dan memberikan kepuasan di ranjang. “Saya setuju, asal niatnya betul-betul untuk suami,” singkatnya.

Warga Samarinda lainnya, Amin Gladis, menilai, perawan atau tidak seorang perempuan tidak akan menjadi persoalan di kemudian hari jika yang bersangkutan berkata jujur sejak awal.

“Saya pribadi akan mempermasalahkan jika istri tidak jujur dengan kondisinya. Kecuali dari awal sudah jujur kalau tidak perawan, ya tidak masalah. Tapi saya tetap mengharapkan memiliki istri yang masih perawan,” kata Amin yang juga salah satu jurnalis di Samarinda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X