Unjuk Rasa KNPB di Papua, 11 Luka di Jayapura dan Dibubarkan Paksa di Timika

Kompas.com - 27/11/2013, 01:55 WIB
Ratusan massa Komite Nasional Papua Barat Timika, yang melakukan unjuk rasa didepan Mapolres Mimika bergembira setelah 33 rekan mereka yang diamankan Mapolres Mimika dilepaskan. Sebelumnya pada Selasa (26/11) pagi aparat gabungan Kepolisian dibantu TNI membubarkan paksa unjuk rasa KNPB di samping makam Kelly Kwalik di Timika Indah, Timika karena tidak memiliki ijin dari Kepolisian. Alfian KartonoRatusan massa Komite Nasional Papua Barat Timika, yang melakukan unjuk rasa didepan Mapolres Mimika bergembira setelah 33 rekan mereka yang diamankan Mapolres Mimika dilepaskan. Sebelumnya pada Selasa (26/11) pagi aparat gabungan Kepolisian dibantu TNI membubarkan paksa unjuk rasa KNPB di samping makam Kelly Kwalik di Timika Indah, Timika karena tidak memiliki ijin dari Kepolisian.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Aksi di Timika

Aksi KNPB dengan tuntutan yang sama juga berlangsung di Timika Indah. Seratusan massa KNPB berkumpul di sekitar makam Kelly Kwalik di Timika Indah, Timika, Selasa pagi. Aksi ini dibubarkan paksa oleh kepolisian dan TNI.

Menurut Kabag OPS Polres Mimika, Kompol Arnolis Korowa, pembubaran dilakukan karena pengunjuk rasa tidak memiliki izin unjuk rasa dari Polres Mimika. Dari pantauan Kompas.com, sedikitnya 33 aktivis KNPB diamankan dalam pembubaran paksa tersebut. Tenda dan spanduk KNPB pun dibongkar.

Pembubaran paksa dan penahanan ini sempat memancing emosi massa KNPB yang belakangan datang. Mereka kemudian melakukan blokade Jalan Cenderawasih, Satuan Permukiman 2. Para pengunjuk rasa membentangkan kayu di badan jalan dan membakar ban sehingga jalan yang menghubungkan Kota Timika dengan Kuala Kencana lumpuh.

Aksi blokade jalan tidak berlangsung lama karena aparat kepolisian bersama tim Baracuda Brimob langsung membubarkan massa. Namun, massa kemudian melakukan long march sejauh 10 kilometer ke Mapolres Mimika di Distrik Kuala Kencana dan mendesak pembebasan 33 rekan mereka.

Kepada pengunjuk rasa, Korowa mengatakan, 33 aktivis KNPB hanya dimintai keterangan karena menggelar unjuk rasa tanpa izin kepolisian. Setelah didata dan diminta keterangan, ujar dia, 33 orang itu akan dibebaskan.

"Jadi saya tegaskan bahwa mereka tidak ditangkap, dan saat diamankan tidak ada tembakan aparat. Jangan melakukan provokasi kepada massa,” ujar Korowa kepada massa yang memenuhi halaman Mapolres Mimika, Selasa sore. Tak lama kemudian, 33 aktivis KNPB dibebaskan dan diangkut menggunakan truk. Massa pun meninggalkan Mapolres Mimika, melakukan doa bersama di samping makam Kelly, lalu membubarkan diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X