Kompas.com - 25/11/2013, 18:30 WIB
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di halaman kantor DPRD Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (25/11/2013), sempat tertahan oleh ulah seorang nenek. Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimAksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di halaman kantor DPRD Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (25/11/2013), sempat tertahan oleh ulah seorang nenek.
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com — Suasana cukup menggelitik terjadi saat ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang berkampus di Kediri, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa di halaman kantor DPRD setempat, Senin (25/11/2013). Aksi unjuk rasa itu tertahan oleh ulah seorang nenek tak dikenal.

Nenek berusia sekitar 65 tahun itu secara tiba-tiba datang dan merangsek masuk menghampiri seorang mahasiswa yang tengah berorasi serta polisi yang mengamankan aksi mahasiswa itu.

Nenek berbaju lusuh itu berkacak pinggang sembari marah-marah kepada orator. Kontan, hal itu membuat orator menghentikan orasinya dan mencari tahu maksud kedatangan nenek. Ternyata nenek itu terus mengomel. Sang orator pun kembali melanjutkan orasinya tanpa memedulikan nenek tersebut.

Meski tak digubris, nenek yang tidak mengenakan alas kaki itu bertahan di tempat. Masih berkacak pinggang, ia terus memperhatikan dengan tatapan tajam tingkah polah orator. Namun, sesekali ia juga menirukan gaya ekspresi orator, misalnya saat mengacungkan jari telunjuk ke angkasa. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, seorang anggota polisi berinisiatif memindahkan nenek itu. Ia menggandeng keluar nenek itu dari lokasi aksi. Namun, nenek tersebut kembali menghampiri kerumunan massa dan melanjutkan omelannya.

Beberapa jurnalis sempat menanyakan identitas maupun asal-usul nenek itu, tetapi tidak membuahkan hasil karena nenek itu terus meracau. Sang nenek yang rambutnya sudah dipenuhi uban itu kemudian meninggalkan kerumunan massa. Sementara aksi unjuk rasa tersebut bertujuan mendesak DPRD setempat segera menyetujui pembangunan kampus Brawijaya di Kediri.

Selama tiga tahun ini, mahasiswa terkatung-katung karena tidak mempunyai kampus tetap. Mereka menjalani aktivitas pembelajaran di beberapa tempat di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Di Kota Kediri, perkuliahan digelar di gedung Badan Kepegawaian, sedangkan di Kabupaten Kediri di sebuah kampus swasta.

Mahasiswa menuding sikap dewan yang tidak segera meloloskan perizinan, terutama hibah aset tanah Pemkot Kediri ke pihak Unibraw, menjadi penyebab gedung Unibraw tidak dibangun.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari aksi-aksi yang telah digelar sebelumnya. Dalam aksi ini, ada sedikit kemajuan. Enam anggota dewan dari beberapa fraksi menemui pedemo dan berjanji menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. Mahasiswa yang cukup puas akhirnya membubarkan diri.

"Kita bersama warga Mrican akan terus melakukan pengawalan hingga pembahasan pada rapat paripurna nanti," kata Mas Wirid Dinata, salah seorang pedemo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.