Kompas.com - 11/11/2013, 14:54 WIB
Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia saat diserahkan dari Rusia kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia saat diserahkan dari Rusia kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang.
|
EditorKistyarini

MAGELANG, KOMPAS.com — Hasil sementara tim investigasi menyebut penyebab jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat adalah empasan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman dalam kunjungan kerjanya di Magelang, Jawa Tengah, Senin (11/11/2013).

Seperti diberitakan, helikopter tersebut jatuh di Desa Long Pujungan, Kecamatan Baku Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2013). Heli tersebut membawa logistik ke pos pengamanan di kawasan perbatasan.

KSAD Jenderal TNI Budiman memaparkan, saat itu helikopter sudah hampir mendarat sekitar10 meter dari landasan (helipad). Namun, tiba-tiba ada angin cukup kencang mengempas dan menyebabkan baling-baling heli mengenai pohon. Akibatnya helikopter tersebut kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

"Namun demikian, hasil itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti. Kami masih terus lakukan investigasi," kata Budiman seusai menghadiri Wisuda Purnawira Perwira Tinggi TNI AD di Kompleks Akademi Militer Magelang, Senin siang.

Budiman menambahkan, penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan 13 korban meninggal dunia itu dapat diketahui paling lambat pekan depan. Hingga saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan para tim ahli untuk kepentingan penyelidikan.

Budiman membantah jika penyebab kecelakaan adalah kelebihan beban muatan. Ia menyebut, helikopter yang baru dibeli tahun 2011 itu mampu membawa beban hingga 3.000 kilogram. "Sedangkan, beban yang dibawa saat itu terhitung aman, sekira 1.800 kilogram," ucap Budiman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budiman juga mengaskan bahwa helikopter MI-17 tergolong masih baru dan layak terbang. Jajaran TNI sangat ketat dalam hal perawatan alutsista apalagi sudah mendapat prioritas utama mendapat anggaran negara.

Terkait kecelakaan yang menewaskan tiga orang pilot, dua mekanik, dan seorang perwira tinggi itu pihaknya masih akan tetap menggunakan helikopter buatan Rusia itu untuk keperluan militer. Namun, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi, termasuk soal pembatasan penggunaan di medan terjal yang dimungkinkan adanya angin down draft.

"Sedangkan untuk menggantikan peranan dari helikopter MI-17 di daerah-daerah yang mempunyai medan yang terjal, TNI AD akan memanfaatkan helikopter jenis Bell 405, 412 yang cocok untuk manuver di daerah yang terjal," papar Budiman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.