Kompas.com - 06/11/2013, 17:08 WIB
Sebagian buruh di Manado yang berdemo membawa poster yang bertuliskan tuntutan mereka. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSebagian buruh di Manado yang berdemo membawa poster yang bertuliskan tuntutan mereka.
|
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com
 — Para buruh Sulawesi Utara mendesak Kantor Imigrasi untuk melakukan sidak terhadap warga negara asing karena banyak dari mereka yang menyalahgunakan visa.

"Kami meminta pihak Imigrasi menindak tegas tenaga kerja asing yang menyalahgunakan visa mereka," ujar Jack Andalangi, koordinator aksi demo buruh di Kota Manado, Rabu (6/11/2013).

Menurut para pedemo, para pekerja asing di Sulut juga harus mematuhi aturan buruh. Ada indikasi warga negara asing yang tidak mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan hanya bermodalkan visa sudah bekerja sebagai pekerja tetap di perusahaan nasional.

"Malah yang kami dapati ada beberapa WNA yang menduduki jabatan penting di perusahaan yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan," tegas Andalangi.

Selain itu, para pedemo juga mendesak pihak Imigrasi melakukan sidak terhadap orang asing yang berada di perusahaan-perusahaan di Sulut. Dan jika ditemukan yang menyalahi aturan, pihak Imigrasi harus segera mendeportasi tenaga asing tersebut.

Ratusan buruh yang dikoordinasi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) melakukan demo menyampaikan beberapa tuntutan mereka terkait dengan kesejahteraan buruh. Demo yang mendatangi beberapa titik tersebut memacetkan beberapa ruas jalan di Manado. Selain di kantor Imigrasi, para buruh juga melakukan demo di PLN, DPRD Provinsi, kantor Gubernur, kantor Wali Kota Manado, Perusahaan Coca-Cola, dan Hotel Sedona.

Para buruh juga menuntut dihapuskannya sistem outsourcing dan sistem kontrak kerja yang masih diterapkan oleh beberapa perusahaan, termasuk Perusahaan Listrik Negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, pada demo di depan PT Bangun Wenang Beverage Company, buruh menuntut perusahaan mengakomodasi keinginan pekerjanya untuk berserikat. "Kami menolak adanya pemberangusan serikat buruh (union busting) dan juga menolak pemutasian, demosi, intimidasi terhadap anggota K-SBSI dan juga menuntut diberlakukannya hak normatif, seperti lembur, Jamsostek, dan UMP," ujar para pedemo.

Para buruh meminta Gubernur Sulut menetapkan upah minimum provinsi tahun 2014. Besaran upah tersebut berdasarkan survei mereka tentang hitungan kebutuhan hidup layak (KHL).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.