Kompas.com - 05/11/2013, 02:57 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SOLO, KOMPAS.com — Di tengah perseteruan keluarga Keraton Solo, Jawa Tengah, kirab "kebo bule" di "Malam Satu Sura" dilaksanakan Dewan Adat, Senin (4/11/2013) malam hingga Selasa (5/11/2013) dini hari. Perseteruan di keraton Solo menghadapkan Dewan Adat dengan Sinuhun Pakubuwono ke-13. Pusaka keraton tak hadir dalam kirab kali ini.

"Tidak ada pusaka yang dikirab, hanya kerbau Kyai Slamet saja. Untuk pusaka, sudah ada yang ngurus," kata KGPH Puger kepada wartawan. Sebelumnya, Senin (4/11/2013) petang, kubu Sinuhun Pakubuwono ke-13 yang juga berstatus raja keraton sudah mengumumkan bahwa kirab ini batal dilaksanakan. Pertimbangan pembatalan adalah konflik yang tak kunjung usai tersebut.

Dari pengamatan Kompas.com, sejak Senin pukul 20.00 WIB, Keraton Solo sudah dipadati warga yang datang untuk menyaksikan kirab Malam Satu Sura". Berbeda dengan daerah lain, salah satu ikon Keraton Solo dalam kirab Sura adalah adanya kerbau bule yang diyakini sebagai keturunan Kyai Slamet.

Dalam kirab tersebut, terdapat delapan ekor kerbau yang dikirab. Pelaksanaan kirab sempat molor hingga berjam-jam dan baru sekitar pukul 23.45 iring-iringan delapan ekor kerbau mulai datang ke Kori Kamandungan untuk mengikuti ritual yang sudah disiapkan para abdi dalem.

Sejumlah sesaji seperti nasi tumpeng, buah-buahan dan sayuran, disajikan untuk disantap sang kerbau. Namun, entah kenapa, delapan kerbau lima kali memilih untuk memutar balik dan menolak mengikuti ritual. Setelah beberapa saat, abdi dalem mengalungi setiap kerbau dengan kalung bunga dan kirab pun dimulai.

Sebagaimana diberitakan juga sebelumnya, kubu Sinuhun Pakubuwono ke-13 menyatakan kirab ditiadakan karena tak sesuai dengan perintah raja. Pengumuman peniadaan kirab disampaikan Mahapatih KGPH PA Tedjowulan.

"Sinuhun meminta kirab memperingati 1 Sura atau tahun baru 1435 Hijriah ditiadakan," kata Tedjowulan. Dia pun menyatakan ada lima kegiatan di keraton untuk memperingati 1 Sura atau Tahun Baru Hijriah.

Kelima kegiatan itu, sebut Tedjowulan, adalah kirab pusaka, semedi dan shalat hajat, lalu wilujengan atau syukuran setelah kirab pusaka, dan diakhiri shalat subuh. "Sebelum kelima (kegiatan) dilakukan, harus ada nawala atau surat perintah dari sinuhun tentang apa saja pusaka yang akan dikirab," kataTedjowulan dalam konferensi pers, Senin petang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.