Kompas.com - 23/10/2013, 17:41 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com – Puluhan ribu bungkus obat tradisional dan jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO) disita Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang dari salah satu apotik yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (22/10/2013).

Kandungan BKO yang terdapat dalam obat tradisional itu disinyalir merupakan bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Badan POM akhirnya menyita 12 ribu bungkus obat tradisional yang disimpan di dalam 25 kardus.

Kepala BPOM Samarinda, Wirda Zein menjelaskan, penyitaan obat ilegal ini bertujuan melindungi kesehatan masyarakat dari bahan makanan berbahaya. “apotik yang menjual obat tradisional terlarang ini sudah dimonitoring selama sepekan terakhir. Saat diyakini memang terbukti menjual obat-obatan berbahaya, kami langsung bergerak dalam operasi gabungan,” terangnya, Rabu (23/10/2013).

Sayangnya, Wirda tidak menyebutkan jenis dan merek jamu yang mengandung bahan berbahaya itu. Dia menegaskan, pihaknya sudah menyosialisasikan pelarangan penjualan obat-obatan berbahaya kepada para penjual obat dan apotik yang ada di Samarinda.

“Kami sudah melakukan tugas sesuai prosedur BPOM. Tak henti-hentinya kami sosialisasikan agar tidak ada lagi penjualan obat-obat berbahaya di Samarinda. Tapi sejauh ini, masih saja ada penjual obat dan apotik yang bandel. Mereka tidak kapok menjual obat-obatan yang mengandung BKO, meski sudah sering disita,” jelasnya.

Kini, kata Wirda, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan peredaran obat dan jamu berbahaya. Pihaknya berharap, jika masyarakat menemukan ada obat-obatan atau jamu yang membahayakan, agar langsung melapor ke BPOM.

“Jika ada laporan atau aduan masyarakat, kami siap turun dan menyita semua obat yang terbukti berbahaya. Sekarang semua bukti kami bawa untuk kami amankan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.