Marak Klaim atas Lahan Negara, Jawa Barat Bentuk Satgas

Kompas.com - 23/10/2013, 05:17 WIB
Rapat koordinasi pimpinan daerah Jawa Barat membahas masalah pertahanan aset negara di Kantor Pengadilan Tinggi Jawa Barat, di Bandung, Selasa, (22/10/2013) KOMPAS.com/Rio KuswandiRapat koordinasi pimpinan daerah Jawa Barat membahas masalah pertahanan aset negara di Kantor Pengadilan Tinggi Jawa Barat, di Bandung, Selasa, (22/10/2013)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Konflik karena sengketa lahan masih banyak terjadi di Jawa Barat, melibatkan individu dengan individu, kelompok masyarakat, bahkan sampai pemerintahan. Tak jarang, aset milik negara diklaim oleh perorangan maupun kelompok tertentu. Satuan tugas khusus untuk inventarisasi dan penyelesaian sengketa pun akan dibentuk.

"(Karenanya) kami melakukan koordinasi dengan para pimpinan untuk penyelamatan aset-aset milik negara di Jawa Barat. Maklum, sekarang zaman reformasi urusan gugat-menggugat soal pertanahan begitu deras," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Selasa (22/10/2013).

Koordinasi tersebut digelar di Pengadilan Tinggi Jawa Barat, di Kota Bandung, Selasa. Hadir dalam koordinasi itu, selain Heryawan adalah Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, Kepala Kanwil BPN Jabar, Ketua DPRD Jabar, Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Jawa Barat, Kajati Jabar, dan para pimpinan instansi terkait lain.

Heryawan mengatakan, ada beberapa penyebab orang atau kelompok orang mengklaim kepemilikan aset yang jelas-jelas milik negara, antara lain, sebut dia, sejak lama orang tersebut mendapat akses menggarap lahan milik negara.

Ketika orang itu berpuluh-puluh tahun tinggal di lahan tersebut, lanjut Heryawan, bisa saja dia kemudian mengklaim kepemilikannya, termasuk dengan mengurus sertifikat tanah itu dan dikabulkan BPN. "Ini juga yang salah," kata dia.

Heryawan mencontohkan, ada satu aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan satu sertifikat dimiliki pemerintah dan satu sertifikat lain diterbitkan BPN atas nama perorangan. Menjadi lebih repot, ketika orang yang pertama kali membuat sertifikat atas lahan tersebut kemudian menjual aset tersebut kepada orang lain, yang kemudian dijual lagi bahkan beberapa kali.

Menurut Heryawan, kasus serupa juga dialami oleh pemerintah kabupaten di Jawa Barat maupun milik TNI dan Polri. "Ini jadi perhatian kami. Aset negara harus dipertahankan," ujar dia. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, akan dibentuk semacam satuan tugas atau tim koordinasi bersama yang bertugas menginvetarisasi aset negara dan menyelesaikan polemik klaim-mengklaim lahan.

"Kami bikin satgas. Jadi, ketika ada orang yang mau menyertifikatkan lahan Pemprov, TNI, polisi dan lainnya ke BPN untuk diklaim, satgas ini yang akan memberikan informasi ke BPN sehingga pengajuan bisa dicegah karena tanah tersebut milik negara," ujar Heryawan.

Heryawan menambahkan, ada tantangan soal hati nurani dalam persoalan ini. "(Karena) jika bergerak sesuai hati nurani, masing-masing akan tahu mana yang benar dan mana yang salah," ujar dia. Mengklaim kepemilikan orang atau pihak lain, menurut dia, adalah kesalahan yang bahkan masuk kategori dosa besar di ranah agama.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Injil Bahasa Minang di Play Store, Gubernur Sumbar: Ini Bukan Masalah Intoleran

Soal Injil Bahasa Minang di Play Store, Gubernur Sumbar: Ini Bukan Masalah Intoleran

Regional
TNI AD Minta Teknisi Rusia Teliti Penyebab Helikopter Jatuh di Kendal

TNI AD Minta Teknisi Rusia Teliti Penyebab Helikopter Jatuh di Kendal

Regional
Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter, Keluarga Kenang Perjuangan Kapten Fredy untuk Jadi Tentara

Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter, Keluarga Kenang Perjuangan Kapten Fredy untuk Jadi Tentara

Regional
Anak Gadisnya Tewas Bunuh Diri, Penjual Bakso Hampir Akhiri Hidup dengan Pisau

Anak Gadisnya Tewas Bunuh Diri, Penjual Bakso Hampir Akhiri Hidup dengan Pisau

Regional
Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Regional
Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Regional
Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Regional
Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Regional
Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X