Lagi, Nazaruddin Sebut Lapas Sukamiskin Setara Penjara Guantanamo

Kompas.com - 21/10/2013, 05:56 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Puluhan petugas sipir dari Kementerian Hukum dan HAM bersama puluhan petugas kepolisian dari Polrestabes Bandung melakukan inspeksi mendadak ke seluruh kamar sel di empat blok yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/10/2013) malam. Kamar mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin tak terkecuali.

Nazaruddin menempati sel bernomor 41 di blok timur atas. Di pintu kamarnya, tertera tulisan "Perawatan Medis". Dia menempati kamar itu karena baru saja menjalani operasi empedu. Saat digedor pintu selnya, Nazaruddin terlihat baru bangun dari tidur. Dia pun mengeluhkan rasa perih pada bekas operasinya.

Entah bermaksud mengeluh atau sekadar bercerita, Nazaruddin pun mengatakan Lapas Sukamiskin bak penjara Guantanamo milik Pemerintah Amerika Serikat. "Ini Guantanamo Indonesia," ujar dia yang terjerat pidana korupsi proyek Hambalang ini.

Dalam sidak tersebut, petugas yang melakukan sidak tak mendapatkan barang terlarang apa pun di sel Nazaruddin, termasuk telepon genggam. "Tidak ada apa-apa. Silakan istirahat kembali Pak Nazaruddin," kata Kepala Sipir Lapas Sukamiskin Agus Widi.

Diberitakan sebelumnya, sidak ini digelar Minggu mulai sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut Kepala Lapas Sukamiskin Giri Purbadi, inspeksi ini merupakan salah satu langkah untuk mencari barang-barang terlarang di dalam penjara, mulai dari telepon seluler dan senjata tajam.

"Kami periksa semua blok tidak akan ada yang terlewat. Di sini ada 4 blok dan 525 kamar sel. Tapi, yang dihuni hanya 460 kamar," kata Giri.

Giri menambahkan, pelanggaran-pelanggaran dengan menyelundupkan benda-benda terlarang sudah bukan barang baru di dunia lapas dan rutan. "Biasa, namanya LP pasti ada saja pelanggaran. Biasanya kami lakukan rutin, tapi hanya dari petugas lapas sendiri," kata dia.

Masuknya barang-barang terlarang tersebut, lanjut Giri, bisa dari pengunjung narapidana yang nakal. "Ada juga yang dititipkan ke petugas karena ada juga petugas yang nakal," akunya.

Sementara itu, dari pantauan Kompas.com di lapas Sukamiskin, sidak dilakukan sejak pukul 21.00 WIB hingga tengah malam. Petugas tak segan-segan mengacak-acak kamar milik para narapidana, tak terkecuali narapidana kasus korupsi beken seperti Gayus Tambunan dan Bupati Subang Eep Hidayat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.