Kompas.com - 11/10/2013, 23:21 WIB
Warga menolong para imigran gelap yang selamat ketika kapalnya tenggelam di perairan Cianjur, Sabtu (27/9/2013). Hingga Senin (30/9/2013), ditemukan 41 jenazah imigran gelap dalam tragedi itu. AFP PHOTO / STRWarga menolong para imigran gelap yang selamat ketika kapalnya tenggelam di perairan Cianjur, Sabtu (27/9/2013). Hingga Senin (30/9/2013), ditemukan 41 jenazah imigran gelap dalam tragedi itu.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com — Maraknya aksi penyelundupan imigran gelap asal Timur Tengah yang masuk dari Malaysia atau Singapura ke Riau rupanya tidak terlepas dari banyaknya pelabuhan rakyat yang terdapat di Selat Malaka.

Tercatat, setidaknya tidak kurang dari 1.200 pelabuhan rakyat yang terdapat di sepanjang jalur garis pantai Provinsi Riau. "Selain garis pantai yang panjang, juga ada sekitar 1.200 pelabuhan rakyat yang ada di Riau. Mereka (imigran) masuk dari sana," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Daniel Silitonga, Jumat (11/10/2013).

Daniel mengatakan, jalur laut merupakan jalur favorit yang biasa digunakan para imigran untuk masuk ke wilayah Riau. Selain karena panjang pantai Riau yang mencapai 1.600 km, wilayah tersebut juga cenderung minim penjagaan sehingga relatif mudah untuk dilalui.

Kendati demikian, ia mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dengan cara bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan meningkatkan pengawasan terhadap pelabuhan rakyat tersebut.

"Imigran itu biasanya datang pada saat kita lengah, seperti saat pagi atau malam hari. Setibanya di Riau, mereka langsung menuju ke lokasi selanjutnya dengan kendaraan yang telah disiapkan penghubung," ujarnya.

Langkah antisipasi lainnya, dikatakan Daniel, polisi bekerja sama dengan pihak organda dan sejumlah rumah makan. Dengan demikian, deteksi keberadaan para imigran gelap tersebut dapat lebih mudah diketahui.

Ia mencontohkan, pernah dalam sebuah kasus Polda Riau menangkap imigran gelap yang sedang makan pada sebuah restoran. Penangkapan tersebut dilakukan setelah sebelumnya pemilik restoran menghubungi polisi karena melihat adanya imigran yang mencurigakan.

"Biasanya, para imigran itu setelah tiba oleh penghubungnya sudah disiapkan makanan di mobil. Tapi, ini kenapa saat itu sepertinya penghubungnya lupa menyiapkan makanan sehingga para imigran tersebut menyempatkan diri untuk makan di rumah makan," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X