Kompas.com - 10/10/2013, 20:42 WIB
Bupati Pamekasan, Achmad Syafii sering ke Jakarta untuk mengintip APBN yang bisa digunakan untuk membangun Pamekasan. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANBupati Pamekasan, Achmad Syafii sering ke Jakarta untuk mengintip APBN yang bisa digunakan untuk membangun Pamekasan.
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berencana menerapkan jam malam khusus anak usia sekolah, seperti yang diterapkan di DKI Jakarta baru-baru ini. Namun, sebelumnya Pemkab Pamekasan akan mempelajari dampaknya bagi anak-anak.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii menuturkan, penerapan jam malam jika mengacu di DKI Jakarta memiliki dampak yang positif bagi anak usia sekolah. Khususnya terhadap peningkatan belajar siswa.

Namun, pemberlakuannya tidak langsung merata di 13 kecamatan di Pamekasan, melainkan diawali dari kawasan perkotaan dan kecamatan penyangga. "Target awal di Kecamatan Pamekasan, Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Galis," kata Syafii, Kamis (10/10/2013).

Untuk memuluskan rencana itu, Syafii berharap orangtua, sekolah, dan tokoh masyarakat, memberikan dukungan dan menyadari bahwa kebijakan itu untuk kebaikan masa depan generasi muda Pamekasan. Anak-anak usia sekolah tidak boleh berada di luar rumah sebelum mengikuti belajar bersama di RT dan RW masing-masing.

"Sebelum rencana itu kami wujudkan, perangkatnya perlu disiapkan seperti tempat belajar. Pasalnya, tidak semua RT dan RW di Pamekasan ada yang aktif sehingga harus memanfaatkan balai desa," ungkap Syafii.

Namun Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan berpendapat berbeda tentang gagasan tersebut. Sekretaris Dewan Pendidikan Mohammad Zaini berpendapat Pamekasan tidak bisa disamakan dengan Jakarta yang sudah menjadi kota metropolitan. Kebijakan jam malam diterapkan karena melihat kondisi anak-anak usia sekolah yang dikhawatirkan melakukan hal-hal yang kurang manfaat.

"Kenapa tidak membuat ruang baca saja di beberapa titik yang kerap dikunjungi anak-anak sekolah, misalnya di sekitar alun-alun monumen Arek Lancor," terang Zaini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya, anggota DPRD Pamekasan, Zainal Abidin mendukung gagasan Syafii. Namun untuk menerapkannya dibutuhkan aturan karena tanpa aturan, gagasan tersebut mustahil diterapkan dan diikuti oleh masyarakat.

"Kalau dibuatkan Perda, maka ada landasan hukumnya yang bisa diikuti oleh masyarakat. Tanpa ada aturan, maka upaya itu tidak akan diikuti," ujar Zainal.

DKI Jakarta sudah menerapkan jam malam bagi pelajar, berupa jam belajar malam untuk anak usia tujuh tahun hingga 18 tahun, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, anak usia sekolah dilarang berada di tempat umum, kecuali didampingi orangtua.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.