Kompas.com - 04/10/2013, 17:02 WIB
Tim pemeriksa kesehatan hewan tengah memeriksa hewan kurban di lokasi penjualan sapi di Singaparna, Jumat (4/10/2013). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHATim pemeriksa kesehatan hewan tengah memeriksa hewan kurban di lokasi penjualan sapi di Singaparna, Jumat (4/10/2013).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya mewaspadai pasokan sapi dari beberapa daerah yang bisa menularkan penyakit mematikan, menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Seperti sapi asal Bogor yang memiliki kerawanan penyakit antraks.

"Daerah yang memiliki kerawanan penyakit antraks pada sapi adalah Bogor. Kami mewaspadai betul jika ada sapi yang berasal dari daerah itu masuk ke Tasik, dan dijadikan hewan kurban," terang Kepala Seksi Kesehatan Veteriner Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya, Ika Rostikaningsih kepada sejumlah wartawan, seusai pengecekan hewan kurban, Jumat (4/10/2013).

Ika menyebutkan, perdagangan hewan kurban di wilayah Tasikmalaya terbagi dalam dua kategori. Ada yang menjual sapi di lokasi pasar hewan yang dikelola pemerintah, dan ada penjualan hewan kurban yang tersendiri dilakukan penjual. Untuk penjualan sapi di pasar hewan, dapat dipastikan kesehatan dan kelayakan hewan konsumsi terjamin, karena sebelum dijual telah melewati pemeriksaan.

"Nah, untuk hewan kurban yang dijual langsung seperti ini harus dicek kesehatannya di lokasi penjualan secara langsung," kata Ika sembari menunjukkan hewan yang telah diperiksa kesehatannya.

Hewan yang lolos pengecekan kesehatan akan diberi label khusus. Sedangkan untuk hewan kurban yang terdeteksi berpenyakit, akan disita dan tak boleh diperjualbelikan.

"Jadi, kami berupaya membebaskan konsumen dari penyakit menular hewan kepada manusia, terutama antraks. Selain sapi asal Bogor, yang rawan penyakit juga berasal dari Purwakarta dan beberapa kota di Jawa Timur," ungkap Ika.

Sementara, mendekati Idul Adha sekarang, kata Ika, pihaknya terus melakukan pengecekan kesehatan hewan yang diperjualbelikan untuk kurban. Tim yang terdiri dari tenaga ahli peternakan terus mendatangi lokasi penjualan hewan. Terutama para penjual yang memiliki lokasi tersendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap kecamatan yang ada lokasi penjualan hewan kurban akan terus didatangi untuk dilakukan pengecekan kesehatan hewan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.