Warga Kubu Raya Diserang Buaya Saat Mencari Ikan

Kompas.com - 01/10/2013, 17:26 WIB
Buaya jenis Crocodilus acutus ini banyak terdapat di kawasan Meksiko hingga pesisir utara Amerika Selatan. Di alam liar buaya ini biasa memangsa ikan atau hewan kecil lainnya. wikipediaBuaya jenis Crocodilus acutus ini banyak terdapat di kawasan Meksiko hingga pesisir utara Amerika Selatan. Di alam liar buaya ini biasa memangsa ikan atau hewan kecil lainnya.
EditorKistyarini

SUNGAI RAYA, KOMPAS.com — Seorang warga Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Syahrani (56), diserang buaya di Selat Panjang, Selasa (1/10/2013). Akibat serangan itu, dia mengalami luka di bagian lengan kiri, lengan kanan, dan paha karena gigitan dan cakaran, Selasa.

"Saat saya memasang jaring untuk menangkap ikan, tiba-tiba saya melihat riak air yang tidak biasa. Saya pun bilang ke istri kalau sepertinya ada buaya. Tapi, belum sempat saya beranjak, buaya itu langsung menggigit tangan kiri dan dengan cepat saya tepis karena kaget," kata Syahrani ketika ditemui di kediamannya.

Syahrani menuturkan, seperti biasanya, setiap pukul 05.00 WIB, dia bersama istrinya berangkat ke tempat menjaring ikan tanpa ada firasat apa pun. Setibanya di lokasi ketika hendak memasang jaring penangkap ikan, musibah itu pun terjadi.

"Saya bekerja seperti ini sudah 20 tahun lamanya, memang sering melihat buaya di daerah itu, namun mereka tidak pernah mengganggu," tuturnya.

Dia mengatakan, daerah tempatnya biasa menjaring ikan itu memang banyak dihuni buaya kuning jenis Senjulung. Namun, baru hari ini dia melihat buaya kuning sepanjang tiga meter tersebut, bahkan sempat menggigit tangannya.

Pria paruh baya tersebut sempat melawan, tetapi buaya itu dengan cepat menyambar tangan kanan Syahrani.

"Posisi saya masih di dalam air, awalnya tangan kiri saya digigit, tapi saya masih tetap bertahan di belat yang akan saya pasang. Ketika tangan saya lepas dari pegangan bambu, dengan cepat, buaya melepaskan gigitan di tangan kiri dan berpindah menggigit ke tangan kanan saya," katanya.

Tak lama kemudian, buaya tersebut melepaskan gigitan di tangan. Namun, ketika buaya tersebut melepaskan gigitan, Syahrani berpikir buaya langsung lari, tetapi justru malah kembali menggigit paha kanan dan mencakar paha kirinya.

"Kedua belah tangan saya, paha kanan, digigit, dan cakarannya di paha kiri, kemudian buaya itu langsung lari," katanya.

Setelah kejadian itu, Syahrini pulang bersama istrinya dan langsung pergi ke puskesmas terdekat untuk mengobati luka di sekujur tubuhnya.

"Setelah diperiksa oleh di puskesmas, petugas mengatakan kondisi luka tidak parah dan diberikan obat antibiotik," tuturnya.

Kini Syahrani berniat menangkap buaya itu karena khawatir buaya tersebut muncul lagi dan menyerang manusia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
Cerita di Balik Foto 2 'Pocong' Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Cerita di Balik Foto 2 "Pocong" Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Regional
[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

Regional
Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Regional
Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Regional
Cerita Dua 'Pocong' Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Cerita Dua "Pocong" Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Regional
Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Regional
UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X