Kompas.com - 20/09/2013, 19:32 WIB
|
EditorFarid Assifa
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Dua guru pegawai negeri sipil perempuan yang hampir empat tahun tak mengajar di Sekolah Dasar Negeri Tambak Baya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, awalnya disebabkan oleh kasus keuangan di tempatnya mengajar. Mereka diketahui menggelapkan tabungan siswa didik kelasnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah Dasar Negeri Tambak Baya, Cecep Nandang Kurnia. Menurut Cecep, kedua guru memiliki permasalahan yang sama, yaitu masalah keuangan, baik utang tabungan siswa maupun pinjaman ke lembaga keuangan.

"Kalau Ibu Tim, semenjak saya ke sini sudah tak masuk kerja. Saya menjadi kepala sekolah di sini sejak tahun 2010. Nah, kalau Ibu Det, berawal tidak masuk kerja pada pertengahan 2012. Kedua-duanya memiliki permasalahan yang sama," jelas Cecep kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Jumat (20/9/2013).

Cecep menambahkan, untuk uang tabungan yang dibawa Tim, kata dia, telah diganti oleh kepala sekolah sebelumnya. Penggantian itu dari sumbangan semua guru di sekolah tersebut. "Kalau uang tabungan yang dibawa Ibu Tim sudah diganti ke para murid oleh uang iuran dari seluruh guru di sini. Soalnya daripada malu, mendingan diganti oleh semua guru di sini," tambah Cecep.

Pihak sekolah pun telah beberapa kali mendatangi rumah kedua guru yang mengajar di sekolah sama itu. Langkah itu sebagai upaya sekolah mengatasi permasalahan ini. Namun, pihak keluarga kedua guru itu malah mengaku tidak tahu keberadaan kedua guru tersebut saat ini.

"Kita sudah pergi ke rumahnya sebagai upaya sekolah menyelesaikan dan berniat membantu permasalahan ini. Tapi, masing-masing pihak keluarganya malah mengaku tidak mengetahui di mana mereka sekarang," kata Cecep.

Diberitakan sebelumnya, dua orang guru pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terancam dipecat karena hampir beberapa tahun tidak melaksanakan tugasnya sebagai guru sekolah dasar negeri, tetapi mereka diketahui masih menerima gaji.

Keduanya adalah Det, warga Kampung Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, tercatat sejak Oktober 2012, mangkir dari tugasnya mengajar di SDN Tambakbaya. Satu lagi, Tim, warga Dusun Nagrog, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, hampir empat tahun lalu tidak mengajar di sekolah yang sama.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.