Kompas.com - 19/09/2013, 09:46 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SUMENEP, KOMPAS.com - Sudah sepekan terakhir ini, sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep, seperti pulau Raas, Pulau Sepudi, Pulau Guwa-guwa, Pulau Bukumanuk, Pulau Tonduk dan Pulau Pajangan, mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM).

Pengiriman BBM ke kepulauan itu dihentikan, menyusul kejadian penangkapan warga pengirim BBM ke Pulau Raas oleh Satuan Polisi Air Polda Jawa Timur, karena dianggap menyalahi aturan. 

Dampak tidak adanya BBM itu, kegiatan warga yang bergantung kepada BBM pun macet total. Di antaranya, kendaraan bermotor, nelayan tidak melaut, disel listrik mati, penggilingan padi dan jagung juga tidak beroperasi.

 Guru yang biasa mengajar ke pelosok pulau juga tidak mengajar karena jaraknya tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki.  

“Saya sudah delapan hari tidak melaut karena tidak ada solar. Sementara menjadi pengangguran dulu sambil memperbaiki jaring ikan sambil menunggu adanya kiriman BBM dari Sumenep,” kata Sajaah, nelayan asal Desa Gayam, Kamis (19/9/2013).  

Sajaah menambahkan, sebelum krisis BBM terjadi, harga bahan bakar masih normal. Per liter dijual Rp. 8.000 untuk premium dan Rp. 7.000 untuk solar. Namun tiba-tiba harga melonjak terutama premium, menjadi Rp 20.000 per liter.

Setelah harga melonjak, sehari kemudian BBM betul-betul menghilang di beberapa kios dan toko, karena di Pulau Raas dan Pulau Sapudi tidak ada SPBU.  

Sebelumnya, Syamsuddin, warga asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi, diamankan Satuan Polisi air Polda Jawa Timur, saat hendak mengirim BBM ke kepulauan. Pengiriman itu dianggap bermasalah berkaitan dengan surat rekomendasi penebusan BBM.

Surat-surat yang dikantongi Syamsuddin lengkap, Pol Air mengalihkan kepada persoalan lain yakni teknis pengangkutan. Syasuddin disalahkan karena tidak menggunakan kapal tanker dan hanya menggunakan kapal motor.

Tuduhan lainnya, Syamsuddin melakukan penyalahgunaan distribusi BBM. Sebab BBM yang diangkutnya berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumenep untuk nelayan. Namun ketika sampai di kepulauan, BBM itu juga digunakan untuk mobil dan motor. Kasus ini sedang ditangani Pengadilan Negeri Sumenep.  

Darul Hasyim, Anggota DPRD Sumenep asal Pulau Masalembu mengaku akan meminta klarifikasi kepada Polres Sumenep terkait penangkapan warga yang mengirimkan BBM ke kepulauan yang dipermasalahkan oleh Pol Air Polda Jawa Timur.

DPRD tidak akan menghalangi penegakan hukum jika memang ada unsur pelanggaran di dalamnya. Namun dia berharap persoalan itu tidak digeneralisasi antara pulau yang satu dengan yang lain.

Darul mencontohkan, tidak mungkin kapal tanker mengangkut BBM ke Sapudi atau Raas karena tidak ada fasilitas yang menunjang.  “Pengangkutan BBM menggunakan kapal motor kenapa baru sekarang dipersoalkan oleh Pol Air? Hal itu sudah terjadi puluhan tahun. Sebaiknya kalau ada persoalan seperti ini, duduk bersama mencari formulasi baru seperti apa yang baik. Jangan asal main tangkap,” ungkap Darul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X