Kompas.com - 18/09/2013, 19:45 WIB
Aiptu Labora Sitorus, Anggota Polres Raja Ampat, Papua, yang diduga memiliki rekening gendut sebesar Rp 1, 5 triliun. KOMPAS. com/Indra AkuntonoAiptu Labora Sitorus, Anggota Polres Raja Ampat, Papua, yang diduga memiliki rekening gendut sebesar Rp 1, 5 triliun.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), illegal logging dan penimbunan BBM, Aiptu Labora Sitorus resmi menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Papua. Hal itu menyusul berkas perkara Labora dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, berkas perkara Labora telah dinyatakan lengkap sejak Jumat (13/9/2013) lalu, berdasarkan Surat Nomor B-55/T.1.4/Euh.1/09/2013. Namun, penahanan terhadap Labora baru dapat dilaksanakan kemarin setelah Kejaksaan Negeri Sorong mengeluarkan Surat Perintah Penahanan Nomor 699/T.1.13/Ep.1/09/2013.

"Berkas dan barang bukti yang bersangkutan (Labora) telah dilimpahkan, dan dia telah dilakukan penahanan sejak kemarin di Rutan Polres Sorong Kota," kata Untung melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Rabu (18/9/2013).

Penahanan terhadap Labora akan dilakukan selama 20 hari ke depan, sembari menunggu berkas tersebut dilimpahkan ke pengadilan. Untung menjelaskan, Labora diancam pasal berbeda untuk setiap perkara yang disangkakan.

Untuk kasus illegal loging, Labora disangka Pasal 78 ayat 5 dan 7 jo Pasal 50 ayat 3 huruf f dan h UU No.41/1999 tentang Kehutanan yang telah diubah menjadi UU No.19/2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2004 tentang perubahan atas UU No.41/1999 tentang Kehutanan jo Pasal 64 KUHP. Sedangkan untuk kasus penimbunan BBM, Labora disangka dengan Pasal 53 huruf b dan d jo Pasal 23 Ayat 2 huruf b dan d UU No.22/2010 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Untuk kasus TPPU, Labora didakwa dengan Pasal 3 dan 6 UU No.15/2002 tentang TPPU sebagaimana telah diubah menjadi UU No.25/2003 tentang Pencucian Uang dan Pasal 3, 4, 5 dan 6 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X