Kompas.com - 06/09/2013, 14:08 WIB
Halaman pengadilan Militer yang di hari pertama pembacaan vonis berkas pertama dan kedua ramai dengan aksi, hari ini disidang berkas ke tiga dan empat relatif sepi KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaHalaman pengadilan Militer yang di hari pertama pembacaan vonis berkas pertama dan kedua ramai dengan aksi, hari ini disidang berkas ke tiga dan empat relatif sepi
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua anggota intel dan satu anggota provos Kopassus Grup 2 Kartasura divonis 4 bulan 20 hari penjara oleh majelis hakim Pengadilan Militer II-1 Yogyakarta.

Mereka terbukti bersalah melanggar Pasal 121 Ayat (1) KUHP Militer jo 55 (1) ke-1 KUHP karena tidak melaporkan informasi ke atasan, dan dapat merugikan kedinasan. Hal ini terkait kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman.

Ketiga terdakwa tersebut, yaitu Serma Rochmadi, Serma Muhammad Zainuri, dan Serka Sutar, tidak melaporkan informasi yang mereka dapat kepada atasan. Akibatnya, penyerangan yang merenggut nyawa empat orang itu pun terjadi di Cebongan.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana militer, dengan sengaja melalaikan untuk meneruskan suatu pemberitahuan yang semestinya wajib diteruskan kepada penguasa yang berhak, dan karena pendiamannya dapat merugikan kepentingan dinas," kata Ketua Majelis Hakim Letkol Farida Faisal dalam persidangan di Yogyakarta, Jumat (6/9/2013).

Dalam amar putusannya, majelis hakim mengungkapkan bahwa kondisi para terdakwa yang belum pernah dihukum dan pernah berjasa dalam tugas kedinasan menjadi hal yang meringankan.

Namun, hal-hal yang memberatkan adalah, tindakan terdakwa bisa membahayakan kedinasan. "Kami perintahkan dibebaskan dari tahanan sementara," tandas Farida.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan hukuman 8 bulan penjara. Majelis hakim pun lantas memerintahkan terdakwa dibebaskan karena, selama menjalani persidangan, ketiganya sudah ditahan lebih dari empat bulan. Atas vonis ini, para terdakwa dan oditur menyatakan pikir-pikir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dibanding dengan vonis terdakwa lainnya, vonis memang ringan dan kami pikir-pikir," ujar penasihat hukum terdakwa, Letkol Syarif Hidayat.

Hal senada diungkapkan Oditur Letkol Estiningsih. "Kita punya waktu 7 hari untuk pikir-pikir, mau banding atau menerima putusan," ucap Esti.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.