Kompas.com - 04/09/2013, 15:54 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY pada Jumat (30/8/2013) dini hari berhasil meringkus tiga tersangka pencurian serta pembunuhan seorang janda Sri Umiyati Sunaryo (71), warga Dusun Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Berdasarkan keterangan ketiga pelaku, korban dibunuh karena memergoki aksi mereka.

Penangkapan para tersangka berawal dari penyelidikan di lokasi kejadian dan hasil pengumpulan sejumlah barang bukti. Dari bebeberapa bukti di lapangan, Polda DIY mendeteksi keberadaan tersangka di wilayah Bantul, Sleman, dan Klaten. Para tersangka yang tertangkap adalah Ar (25), warga Bantul; Yl alias A (20), warga Bayat, Klaten; serta Sum (47), yang merupakan tetangga korban. Ketiganya ditangkap di beberapa lokasi berbeda.

"Tersangka Sum bertugas memberikan gambaran denah rumah serta kebiasaan korban saat di rumah," ujar Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Kris Erlangga Aji Widjaja, Rabu (4/9/2013).

Kris Erlangga mengungkapkan, berdasarkan keterangan ketiga tersangka, pihaknya meyakini bahwa motif pembunuhan itu adalah faktor ekonomi. Awalnya ketiga pelaku ingin mencuri, tetapi karena korban terbangun dan keluar kamar setelah mendengar suara kaca jendela dibuka, terjadilah kekerasan yang menyebabkan janda itu meninggal.

"Dari hasil keterangan silang yang dilakukan terhadap para tersangka, didapati tersangka Yl-lah yang melakukan pemukulan dan penusukan," pungkas Kris Erlangga.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan telepon seluler milik korban yang dipakai salah satu tersangka dan sejumlah perhiasan emas milik korban yang belum sempat dijual. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan petugas, korban mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang sehingga tulang tengkorak kepala korban pecah dan dada kanan memar. Selain itu, terdapat luka tusuk di punggung bagian kanan.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dengan Pemberatan. Mereka diancam penjara maksimal 9 tahun dan 20 tahun, bahkan seumur hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Rabu (21/8/2013) sekitar pukul 19.30 WIB, Sri Umiyati Sunaryo (71), warga Dusun Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, ditemukan oleh adik iparnya, Satari, telah meninggal di ruang tamu. Korban yang selama ini tinggal seorang diri ditemukan dalam kondisi telungkup dan berlumuran darah. Tak hanya itu, kamar dan lemari korban diketahui dalam keadaan acak-acakan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.