Blangko STNK dan BPKB Kini Sudah Ada Lagi di Jawa Barat

Kompas.com - 01/09/2013, 13:34 WIB
Antrean warga yang hendak mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan di bus pelayanan STNK keliling di Polda Metro Jaya, JAkarta Selatan, Kamis (19/5/2011). Penggunaan bus keliling tersebut dilakukan setelah lantai 3 kantor Samsat Jakarta Selatan di komplek Polda Metro Jaya terbakar. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Antrean warga yang hendak mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan di bus pelayanan STNK keliling di Polda Metro Jaya, JAkarta Selatan, Kamis (19/5/2011). Penggunaan bus keliling tersebut dilakukan setelah lantai 3 kantor Samsat Jakarta Selatan di komplek Polda Metro Jaya terbakar.
|
EditorEgidius Patnistik
BANDUNG, KOMPAS.com — Para pemilik kendaraan bermotor, terutama di wilayah Jawa Barat, bisa kembali mengajukan pembuatan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) ke samsat terdekat. Selama tiga bulan terakhir, warga tidak dapat mengajukan pembuatan STNK dan BPKP karena stok blangko untuk dua jenis dokumen itu habis atau kosong di seluruh Indonesia.

Kondisi kekosongan itu telah dinyatakan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/72/II/2013 per 14 Februari 2013. Surat tersebut menyatakan adanya kekurangan material BPKB yang diperkirakan habis pada April 2013.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul, mulai pekan ini, blangko untuk membuat surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor tersebut sudah tersedia lagi. Polri pun akan mendistribusikan seluruh blangko pembuatan STNK dan BPKB mulai awal pekan ini. "Paling tidak, Kamis (5/9/2013) atau Jumat (6/9/2013), jatah bahan baku pembuatan STNK dan BPKB sampai di Polda Jabar, kemudian didistribusikan lagi ke instansi terkait (samsat)," kata Martinus di Bandung, Minggu (1/9/2013).

Ia menambahkan, apabila blangko sudah sampai di Polda Jabar, proses pendistribusian akan dimaksimalkan sampai tepat waktu di semua daerah di Jawa Barat.

Polri, lanjut Martinus, sempat menggunakan anggaran sendiri untuk pengadaan blangko. Namun, pengadaan tersebut telah dilarang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu Polri harus menunggu sampai ada pemenang lelang sebelum blangko bisa dicetak.

Jika blangko tersebut telah tersedia, maka petugas samsat akan kembali menghubungi masyarakat yang sempat tertunda dalam membuat atau memperpanjang surat-surat kepemilikan kendaraan. Mereka yang akan dihubungi adalah yang telah terdaftar sebelumnya. "Kan, ada datanya waktu masyarakat mengajukan pembuatan atau perpanjangan, dan sementara digantikan dengan kertas notification," terang Martinus.

Bagi masyarakat yang memiliki kendaraan melalui program kredit, kata Martinus, petugas leasing akan menghubungi mereka.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: 'Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry'

Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: "Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry"

Regional
Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Regional
Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Regional
Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Regional
Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Regional
Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Regional
Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Regional
Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Regional
Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus 'Kacung WHO', Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus "Kacung WHO", Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Regional
Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Regional
Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Regional
Anggota DPR Usulkan Industri yang Merusak Lingkungan Langsung Didenda

Anggota DPR Usulkan Industri yang Merusak Lingkungan Langsung Didenda

Regional
Kisah Hidup Veteran Tertua di Pematangsiantar, Berjuang hingga Lansia

Kisah Hidup Veteran Tertua di Pematangsiantar, Berjuang hingga Lansia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X